Berita, Nasional

Rapat Hambalang Didominasi Aktor Keamanan, Analis Nilai Seperti Ruang Komando, KSP Dudung Absen

Repelita.id

04 May 2026 22:50 WIB

Rapat Hambalang Didominasi Aktor Keamanan, Analis Nilai Seperti Ruang Komando, KSP Dudung Absen
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pertemuan terbatas yang digelar Presiden Prabowo Subianto di Hambalang pada Sabtu malam (2/5/2026) bukan sekadar rapat rutin biasa.

Komposisi peserta didominasi oleh aktor keamanan mulai dari Menteri Pertahanan Jenderal (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin hingga Kepala Kepolisian RI Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

ADVERTISEMENT

Analis Politik dan Militer Universitas Nasional, Selamat Ginting, menilai bahwa komposisi tersebut menunjukkan forum ini lebih menyerupai ruang komando ketimbang sekadar rapat koordinasi kabinet biasa.

“Komposisi itu menunjukkan forum ini lebih menyerupai ruang komando ketimbang sekadar rapat koordinasi kabinet biasa,” kata Ginting pada Senin (4/5/2026).

Namun ada yang janggal menurut pengamatan Ginting karena tidak terlihat kehadiran Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman.

Seharusnya setiap aktivitas presiden selalu menyertai Kepala Staf Kepresidenan sebagai perangkat strategis Kepresidenan.

Apalagi sejak Oktober 2024, Dudung masuk dalam kelompok pakar strategi pertahanan dan industri pertahanan.

Dudung juga merangkap sebagai Penasihat Khusus Bidang Pertahanan Nasional Presiden yang seharusnya hadir dalam forum strategis semacam itu.

Hadir pula dalam rapat terbatas tersebut Menteri Luar Negeri Sugiono dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari serta Wakil Menteri Komunikasi Digital Angga Raka Prabowo juga turut hadir.

Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Brian Yuliarto dan Direktur Utama Pindad Sigit Puji Santosa juga terlihat dalam forum tersebut.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya yang tengah menjadi sorotan publik pun ikut hadir dalam pertemuan terbatas itu.

Ginting menilai bahwa di tengah narasi resmi yang menyinggung pendidikan dan hilirisasi, menarik untuk membaca lapisan politik di balik agenda tersebut.

“Di tengah narasi resmi yang menyinggung pendidikan dan hilirisasi, justru menarik untuk membaca lapisan politik di balik agenda tersebut,” kata Ginting.

Rapat yang didominasi unsur pertahanan dan keamanan ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai agenda sesungguhnya.

Publik kini menanti penjelasan resmi dari Istana mengenai fokus pembahasan dalam pertemuan strategis tersebut.

Spekulasi mulai bermunculan mulai dari isu keamanan nasional hingga persiapan menghadapi dinamika politik yang semakin memanas.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari Presiden Prabowo mengenai hasil pertemuan terbatas di Hambalang tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung