Berita, Internasional

Rasio Solvabilitas Ambruk dan Petinggi Ditangkap, Bank Digital Terbesar di Paraguay Resmi Kolaps

Repelita.id

05 November 2026 14:08 WIB

Rasio Solvabilitas Ambruk dan Petinggi Ditangkap, Bank Digital Terbesar di Paraguay Resmi Kolaps
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Kabar mengejutkan datang dari sektor finansial global setelah bank digital terbesar di negara Paraguay bernama Ueno dinyatakan mengalami kelapisan total pada hari Kamis, 5 November 2026.

ADVERTISEMENT

Krisis finansial berskala masif tersebut terjadi akibat anjloknya rasio solvabilitas lembaga keuangan itu hingga berada pada tingkat paling rendah yang memicu kepanikan massal.

Dampak buruk dari kolapsnya bank digital ini menyebabkan sistem pelayanan transaksi elektronik terputus sepenuhnya sehingga mengunci dana simpanan milik jutaan orang nasabah.

Informasi mengenai kebangkrutan lembaga jasa keuangan internasional tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @gfolknews.id dalam lembaran postingan terbarunya sekitar 8 jam yang lalu.

"Bank digital terbesar di Paraguay, Ueno, kolaps setelah rasio solvabilitasnya ambruk. 3 juta nasabah terkunci, tak bisa akses kartu & transfer," tulis akun @gfolknews.id membeberkan krisis tersebut.

Guncangan sistemik ini turut memicu kekacauan birokrasi di mana pimpinan tertinggi otoritas moneter setempat mendadak meletakkan jabatannya di tengah berjalannya penyelidikan hukum.

"Presiden Bank Sentral mendadak mundur, sementara 8 petinggi & pendiri ditangkap atas dugaan korupsi," tambah akun @gfolknews.id mengulas penangkapan para elite perbankan itu.

Pihak otoritas terkait memastikan jaminan perlindungan dana simpanan nasabah akan dipenuhi secara bertahap hingga menyentuh batas nominal maksimal pemulihan keuangan yang telah ditentukan.

"Dana dijamin hingga ~$38.000 (~Rp688 juta, 97% nasabah aman). Pencairan bertahap dimulai Jumat ini," pungkasnya memberikan estimasi waktu pengembalian hak finansial warga.

Laporan kebangkrutan perbankan digital di kawasan Amerika Selatan ini langsung memicu spekulasi liar dari warganet domestik yang mengkhawatirkan stabilitas bank lokal.

"Bank MNC dan Bank BPD Sulteng calon begini 🤔," tulis akun utwizz melayangkan pandangan skeptisnya dalam kolom komentar yang terpantau diunggah sekitar 4 jam yang lalu.

Sentimen negatif mengenai kebijakan penarikan instrumen perpajakan baru yang dinilai kian menekan ruang gerak operasional lembaga perbankan ikut diulas oleh pengguna media sosial.

"Apa lagi kena pajak," tulis akun pramacronis ikut mengutarakan kekhawatirannya menyangkut beban fiskal dunia usaha sekitar 3 jam yang lalu.

Sebagian warganet lain memilih bersikap kritis dengan berupaya mengonfirmasi tingkat akurasi serta validitas kebenaran data dari informasi kepailitan korporasi finansial tersebut.

"beritanya bener?," tulis akun guns202020 dalam kolom komentar yang ditujukan kepada akun kecerdasan buatan terintegrasi sekitar 2 jam yang lalu.

Kekhawatiran mendalam mengenai efektivitas perlindungan asuransi simpanan di dalam negeri jika kasus serupa menimpa perbankan nasional dilontarkan oleh warganet.

"Kalo di indo dana nasabah gak pada balik ya," tulis akun tr.almahyra menyuarakan keraguannya atas sistem penjaminan simpanan domestik sekira 2 jam yang lalu.

Pertanyaan spesifik mengenai tingkat kesehatan keuangan serta mitigasi risiko likuiditas pada aplikasi bank digital lokal terkemuka ikut dilayangkan oleh pengguna internet.

"apakah bank krom sampai saat ini masih aman?," tulis akun annisaahn mempertanyakan ketahanan instrumen investasi digitalnya sekitar 1 jam yang lalu.

Diskusi ruang siber mengenai manajemen risiko keuangan personal ini ditutup oleh saran netizen agar publik membatasi penempatan dana pada ekosistem perbankan digital.

"Selain dana darurat, cukup dana operasional aja deh yang ada di rek bank konvensional apalagi digital," tulis akun ivanbergerak memberikan tips keuangannya sekira 3 jam yang lalu.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok







View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung