Repelita [Jakarta] - Menteri Luar Negeri Sugiono memberikan klarifikasi terkait keputusan pemerintah yang hanya mengutus Duta Besar RI untuk Iran, Roy Soemirat, sebagai representasi negara dalam agenda awal pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Sugiono menyebutkan bahwa kendala utama pengiriman delegasi setingkat pejabat tinggi negara pada tahap awal disebabkan oleh jadwal agenda domestik yang sangat padat.
ADVERTISEMENT
“Karena pada saat itu juga kita melakukan persiapan kunjungan-kunjungan kenegaraan di Indonesia dan beberapa pejabat kunci juga memiliki kesibukan yang tidak memungkinkan untuk kesana,” jelas Sugiono setelah menemani Presiden Prabowo Subianto menyambut Perdana Menteri India Narendra Modi di Lanud Halim Perdanakusuma.
Selain masalah waktu, terdapat batasan regulasi teknis yang ditetapkan oleh pihak otoritas Iran mengenai akses kehadiran bagi delegasi luar negeri.
“Kemudian kita mendapatkan konfirmasi bahwa pihak Iran hanya akan memberi akses kepada pejabat di atas Dubes pada tanggal 2 kalau saya tidak salah, jadi kita juga tidak memiliki kesempatan untuk mengirimkan pengganti," ungkap Sugiono.
Pemerintah Indonesia tetap berkomitmen untuk hadir dalam rangkaian upacara penghormatan terakhir yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli 2026.
Sugiono direncanakan akan bertolak menuju Iran bersama Ketua MPR RI Ahmad Muzani dengan tetap menanti koordinasi lebih lanjut terkait teknis kunjungan.
"Karena seperti kita ketahui juga bahwa ada prosesi yang dilakukan terkait dengan perangkaian acara dari pemakaman Supreme Leader Iran. Rencananya akan berangkat Menteri Luar Negeri Republik Indonesia bekerja bersama dengan Ketua MPR RI," tutur Sugiono.
Saat ini, pihak pemerintah masih melakukan komunikasi intensif dengan pemerintah Iran untuk menentukan lokasi kunjungan yang memungkinkan bagi delegasi Indonesia di tengah membludaknya jumlah pelayat.
"Pihak Iran mesti mencoba untuk mencari titik atau spot yang tepat untuk menerima kunjungan kita," pungkasnya.
Pernyataan ini dilontarkan sebagai jawaban atas kritik dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal mengenai minimnya representasi pejabat tinggi Indonesia yang hadir di Teheran. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok