Berita, Nasional

RI Tidak Boleh Lupa, AS Pernah Sanksi dan Embargo Militer Indonesia Selama 10 Tahun

Repelita.id

15 April 2026 23:09 WIB

RI Tidak Boleh Lupa, AS Pernah Sanksi dan Embargo Militer Indonesia Selama 10 Tahun
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Amerika Serikat pernah menjatuhkan sanksi embargo militer terhadap Indonesia selama sepuluh tahun, dari 1995 hingga 2005, sebagai akibat dari tuduhan pelanggaran hak asasi manusia dalam insiden Santa Cruz di Dili, Timor Timur, pada 12 November 1991.

Embargo tersebut membuat Indonesia tidak bisa memesan suku cadang bagi pesawat-pesawat tempur buatan AS seperti F-16 Fighting Falcon, F-5 Tiger, hingga pesawat angkut C-130 Hercules yang semuanya harus dikandangkan.

ADVERTISEMENT

Bahkan beberapa pesawat Hawk 109/209 buatan Inggris yang merupakan sekutu AS juga ikut terkena dampak embargo, sehingga kekuatan tempur udara TNI Angkatan Udara mengalami kemerosotan tajam.

Akibat kebijakan ini, Indonesia terpaksa beralih membeli jet tempur Sukhoi dari Rusia pada tahun 2003 untuk memenuhi kebutuhan alutsista dan menciptakan sistem keamanan ganda.

Anggota Komisi I DPR RI, Toriq Hidayat, mengingatkan bahwa pengalaman pahit embargo AS ini harus menjadi pelajaran bagi Indonesia agar tidak terlalu bergantung pada satu negara dalam pemenuhan alat utama sistem persenjataan.

"Washington sering menjatuhkan sanksi sepihak kepada negara yang dianggap berbahaya baginya dan sekutunya. Indonesia pernah menjadi korban embargo senjata Amerika Serikat pada 1995 hingga 2005," ungkap Toriq.

Embargo militer baru dicabut sepenuhnya oleh Pemerintah AS pada November 2005 dengan alasan kepentingan keamanan nasional dan perang melawan terorisme.

Namun, Indonesia tetap mempertahankan dua sistem persenjataan dari AS dan Rusia sebagai tali pengaman agar tidak kembali lumpuh jika embargo serupa diberlakukan di masa depan.

Para pengamat menilai bahwa sejarah kelam ini tidak boleh dilupakan, terutama ketika Indonesia kembali menjalin kerja sama pertahanan strategis dengan AS yang berpotensi membawa risiko serupa.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung