Berita, Nasional

Ribuan Motor Listrik Program Makan Bergizi Gratis Senilai Rp 1 Triliun Terbengkalai Akibat Kasus Korupsi

Repelita.id

10 June 2026 00:13 WIB

Ribuan Motor Listrik Program Makan Bergizi Gratis Senilai Rp 1 Triliun Terbengkalai Akibat Kasus Korupsi
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Ribuan unit motor listrik berwarna biru-hitam tampak terbengkalai di sebuah lahan terbuka kawasan industri Sentul, Kabupaten Bogor, sejak Senin (8/6/2026).

Kendaraan dengan desain trail tersebut tersusun rapat di bawah jaring terpal yang mulai tertutup dedaunan kering, jauh dari kesan sebagai sarana operasional negara yang aktif.

ADVERTISEMENT

Total terdapat 21.801 unit motor listrik merek Emmo JVX GT yang kini menjadi barang bukti dalam kasus dugaan korupsi pengadaan skala besar.

Proyek pengadaan tersebut ditujukan untuk mendukung distribusi program Makan Bergizi Gratis dengan nilai anggaran mencapai sekitar Rp 1 triliun.

Kondisi unit-unit tersebut sebagian besar masih dalam keadaan baru, bahkan plastik pelindung pada bagian bodi kendaraan belum dilepas.

Logo Badan Gizi Nasional yang menempel pada kendaraan kini justru menjadi saksi bisu atas proyek yang berakhir di meja penyidik Kejaksaan Agung.

Dugaan penggelembungan dana dalam pengadaan ini membuat Kejaksaan Agung menetapkan sejumlah mantan pejabat tinggi badan tersebut sebagai tersangka.

Mereka yang terjerat di antaranya mantan Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana, beserta mantan wakilnya, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya.

Warga sekitar yang beraktivitas di dekat lokasi penyimpanan menyebut kendaraan tersebut telah berada di sana selama beberapa bulan dengan pengawasan ketat.

"Udah beberapa bulan terakhir di sini dan terus dijaga," ungkap Edi, salah seorang pedagang yang berjualan di sekitar area industri.

Menurut kesaksian warga, lokasi tersebut memang dipantau oleh aparat keamanan, namun tidak ada pergerakan distribusi ke titik layanan gizi di berbagai daerah.

Harapan awal bahwa kendaraan ini akan segera dimanfaatkan untuk menunjang program prioritas pemerintah kini berubah menjadi kekecewaan di mata masyarakat.

"Namanya rakyat ya kecewa lah sekarang," tambah Edi menanggapi kasus yang sedang menyita perhatian publik tersebut. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung