Berita, Nasional

Richard Lee Akhirnya Buka Suara Soal Sertifikat Mualaf Dicabut, Keyakinan Bukan Sekadar Dokumen

Repelita.id

04 May 2026 15:57 WIB

Richard Lee Akhirnya Buka Suara Soal Sertifikat Mualaf Dicabut, Keyakinan Bukan Sekadar Dokumen
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Dokter kecantikan Richard Lee akhirnya angkat bicara terkait polemik pencabutan sertifikat mualaf yang tengah ramai diperbincangkan di media sosial.

Melalui unggahan di akun Instagram yang dikelola timnya pada Senin (4/5/2026), Richard Lee menyampaikan sikapnya atas keputusan kontroversial tersebut.

ADVERTISEMENT

Pernyataan itu disampaikan melalui admin sebagai bentuk respons terhadap berbagai spekulasi yang berkembang di publik.

“Kami menghargai setiap proses dan keputusan yang ada. Bagi kami, keyakinan adalah perjalanan pribadi antara manusia dan Tuhan, bukan sekadar label atau dokumen,” tulis akun Richard Lee di Instagram.

Dalam unggahan itu pihak Richard juga menegaskan bahwa ia tetap menjalani kehidupan dengan nilai-nilai positif.

“dr. Richard tetap fokus menjalani hidup dengan nilai yang baik, berbuat yang terbaik untuk orang lain, dan terus belajar menjadi pribadi yang lebih baik,” lanjut pernyataan tersebut.

Timnya juga menyampaikan apresiasi kepada publik yang memberikan dukungan secara bijak di tengah polemik.

“Terima kasih untuk semua yang tetap mendukung dengan bijak,” tulisnya menutup pernyataan.

Sebelumnya pendakwah Hanny Kristianto mengungkap alasan di balik pencabutan sertifikat mualaf Richard Lee.

Hanny menyebut keputusan tersebut diambil karena sertifikat mualaf dinilai tidak digunakan sebagaimana fungsi administratifnya.

“Alasan saya mencabut sertifikat mualaf yang bersangkutan karena saya tidak mau sertifikat itu tidak digunakan. Faktanya, sampai hari ini di KTP-nya masih beragama Katolik,” ujar Hanny.

Selain itu ia mengaku tidak ingin dokumen tersebut dimanfaatkan dalam konflik hukum antar pihak.

“Saya juga tidak mau sertifikat mualaf tersebut menjadi barang bukti di pengadilan untuk saling menyerang,” katanya mengakhiri keterangan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (1)

T
Tuku 04/05/2026

Saya sugestion bisa duduk bersama tabayun, karena alasan dan keputusan kedua belah pihak tdk ada yang salah menurut saya. Islam tdk menyarankan saling menyerang dan saling menyalahkan. Tetap ada tabayun... Jalan terbaik.

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung