Repelita Jakarta - Wakil Ketua Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), M Rizal Fadillah, menegaskan bahwa saat ini Undang-Undang Dasar 1945 sebagai konstitusi negara telah banyak menghadapi pengkhianatan, terutama dari sebagian penyelenggara pemerintahan.
Pernyataan tersebut disampaikan Rizal saat menjadi narasumber dalam acara Deklarasi Gerakan Kebangsaan Selamatkan Indonesia (Gaksi) yang mengusung tema 'Rakyat Bersatu Melawan Pengkhianat Konstitusi' di Hotel Sofyan Tebet, Jakarta Selatan.
ADVERTISEMENT
"Penyelenggara negara yang lalu, Joko Widodo jelas adalah seorang pengkhianat konstitusi. Kemudian juga Wapres Gibran Rakabuming Raka termasuk pengkhianat negara yang diproduksi cawe-cawe Joko Widodo," kata Rizal dalam keterangannya yang dikutip pada Senin, 13 April 2026.
Di lokasi yang sama, aktivis nasionalis Hanafie turut menyampaikan pandangannya dengan meminta Presiden Prabowo Subianto untuk tidak menutup mata terhadap mereka yang dinilai telah melakukan pengkhianatan terhadap konstitusi.
"Terhadap Jokowi dan Gibran, Presiden Prabowo seharusnya bisa bersikap tegas dengan tidak perlu melindunginya," ujar Hanafie dengan tegas di hadapan para peserta deklarasi.
Sejumlah aktivis dan purnawirawan TNI turut hadir dalam acara tersebut, di antaranya Marwan Batubara, HM Mursalim, M Ishmet, Budiman, Rustam Efendie, Eka Jaya, Mayjen (Purn) Soenarko, dan Laksda (Purn) Soni Santoso.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok