Berita, Nasional

Rizal Fadillah Sindir Ritual Adat Jokowi di Lampung, Sebut Safari Politik Hanya Menggiring Opini Publik

Repelita.id

05 July 2026 21:40 WIB

Rizal Fadillah Sindir Ritual Adat Jokowi di Lampung, Sebut Safari Politik Hanya Menggiring Opini Publik
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Tersangka kasus dugaan fitnah ijazah Presiden ke-7 RI, Rizal Fadillah, kembali melontarkan kritik pedas terkait momen saat Joko Widodo menerima gelar adat di Lampung.

Ia menyoroti secara khusus prosesi ritual pendakian kepala kerbau yang sempat dilakukan dalam rangkaian kegiatan adat tersebut.

ADVERTISEMENT

Menurut Rizal, simbol-simbol dalam upacara itu sarat dengan makna yang memicu kejadian di tengah masyarakat.

“Masih bergidig mengerikan membayangkan upacara adat di Lampung saat Jokowi menginjak kepala kerbau di atas hamparan karpet berwarna merah,” ujar Rizal, Minggu (5/7/2026).

Dia menilai ritual tersebut sebagai tindakan simbolik yang kontroversial dan memiliki tafsir beragam.

“Simbolik multi makna yang menimbulkan kontroversi. Injakan kepala terus berbuntut,” ucapnya.

Selain itu, Rizal menyampaikan agenda kunjungan Jokowi ke sejumlah daerah yang dianggapnya sebagai upaya safari politik terselubung.

Ia meremehkan narasi bahwa kehadiran mantan presiden tersebut murni karena undangan dari masyarakat setempat.

"Awal buruk dari safari sang baginda yang bernarasi memenuhi undangan masyarakat. Sudah dapat diprediksi undangan asli tapi palsu. Penolakan masyarakat pun terjadi," tukasnya.

Rizal juga menduga adanya agenda tersembunyi di balik rencana kunjungan lanjutan ke Nusa Tenggara Timur dan Jawa Barat.

"Konon akan melanjutkan berkeliling taman safari Jokowi ke NTT dan Jawa Barat. Seperti biasa agendanya menunggangi budaya bersama PSI," sebutnya.

Lebih jauh lagi, ia melontarkan sindiran keras terkait dukungan massa yang menyambut Jokowi di berbagai lokasi kunjungan.

Narsis merasa masih dicintai dan dielu-elukan rakyat padahal yang datang menyambutnya adalah para pecinta amplop, timpalnya.

Rizal mengibaratkan situasi tersebut dengan dongeng klasik tentang raja yang berjalan telanjang namun merasa sedang mengenakan pakaian mewah.

"Seperti kena jampi-jampi Jokowi yang sudah tamat merasa tetap eksis dan berkuasa. Raja itu jalan-jalan telanjang tetapi merasa berbaju tebal dan indah. Orang yang menttawakan dianggap sedang menutup tangan," sindirnya.

Ia juga turut menyaksikan simbol kepala kerbau dengan berbagai literatur mitologi, termasuk kisah Minotaur dari Yunani hingga cerita rakyat pewayangan Nusantara.

"Kepala kerbau yang diinjak tiba-tiba berpindah ke kepala manusia, abracadabra. Mungkin seperti dalam mitologi Yunani manusia melingkar kerbau Minotaur yang buas senang memangsa manusia," terangnya.

Rizal berpandangan bahwa Jokowi sengaja memanfaatkan momen-momen budaya untuk menutupi polemik ijazah yang hingga kini masih menjadi sorotan publik.

"Jokowi kini merasa sehat dan kuat, percaya diri untuk mampu berlari cepat. Curi start namanya. Menunggangi apa yang bisa ditunggangi termasuk budaya," tandasnya.

Ia meyakini bahwa segala langkah yang diambil Jokowi saat ini bertujuan untuk menjaga eksistensi dan memerdekakan diri dari jeratan isu hukum.

"Kemarin injak kepala kerbau sekarang mengendalikan kerbau. Besok abracadabra menjadi siluman kepala kerbau," kuncinya. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung