Berita, Nasional

Rocky Gerung Disorot Usai Sarankan Gibran Mundur, Posisi di Lingkaran Istana Jadi Sorotan

Repelita.id

12 October 2026 23:40 WIB

Rocky Gerung Disorot Usai Sarankan Gibran Mundur, Posisi di Lingkaran Istana Jadi Sorotan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Dinamika politik di lingkaran dalam Istana Negara mendadak memanas setelah muncul sorotan tajam terhadap posisi salah satu penasihat kepresidenan.

Akademisi senior Rocky Gerung yang baru saja diangkat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden kini diterpa spekulasi mengenai keharmonisan hubungannya dengan para pimpinan nasional.

ADVERTISEMENT

Pernyataan kritis yang sempat ia lontarkan di ruang publik sebelum dan sesudah pelantikan memicu perdebatan mengenai batasan pandangan pribadi seorang pejabat negara.

Rangkaian pembahasan mengenai potensi pergolakan di lingkaran dalam pemerintahan ini ditayangkan melalui sebuah rekaman video di kanal YouTube @JoeYoyos pada Senin 12 Oktober 2026.

Rocky Gerung diprediksi akan menghadapi situasi dilematis setelah video pandangan politiknya yang menyarankan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk mundur kembali viral di media sosial.

Saran pengunduran diri tersebut dinilai bertolak belakang dengan status barunya sebagai bagian dari struktur lembaga resmi yang bertugas memberikan masukan strategis bagi eksekutif.

Meskipun mantan akademisi Universitas Indonesia itu menegaskan bahwa argumen tersebut murni opini personal, namun posisi barunya di Wantimpres dinilai sangat melekat.

"Rocky Gerung itu ngomongin terkait Gibran untuk mundur... walaupun sih pada waktu lalu Rocky Gerung juga mengatakan ini adalah pendapat pribadi bukan sebagai Wantimpres," ujar narator dalam video tersebut.

Langkah politik pengamat berambut perak ini dinilai kurang taktis mengingat institusi kepresidenan dan wakil presiden merupakan satu kesatuan kepemimpinan yang utuh.

Kanal YouTube @JoeYoyos mengulas bahwa kritik terbuka dari dalam ring satu istana berpotensi mengaburkan komitmen kesetiaan terhadap jalannya roda pemerintahan.

Menyikapi polemik tersebut Tokoh Pergerakan sekaligus Kepala Badan Komunikasi (Bakom) RI Syahganda Nainggolan dilaporkan ikut memberikan peringatan kepada sahabat dekatnya itu.

Syahganda mengingatkan adanya konsekuensi struktural yang wajib dipahami di mana lembaga Wantimpres tidak hanya melekat pada figur Presiden Prabowo Subianto semata.

Secara aturan ketatanegaraan jajaran dewan penasihat tersebut juga memiliki kewajiban moral untuk memberikan pertimbangan bagi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Oleh sebab itu aksi penyerangan opini terhadap sang wakil presiden justru berpotensi memicu benturan kepentingan yang dapat merugikan posisi Rocky di pemerintahan.

Hingga saat ini pihak Istana Negara maupun Presiden Prabowo Subianto belum memberikan tanggapan resmi mengenai dinamika internal yang melibatkan anggota penasihatnya.

Publik kini menantikan apakah Rocky Gerung akan tetap mempertahankan gaya kritik radikalnya atau memilih membatasi diri demi menjaga stabilitas politik di lingkaran utama kekuasaan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok



TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung