Repelita Jakarta - Pelantikan Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup di Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto menjadi sorotan tajam publik karena pengamat politik Rocky Gerung menilai masuknya tokoh aktivis ini bukan sekadar pergantian menteri biasa melainkan memiliki makna politik yang lebih luas.
Rocky berpendapat bahwa kehadiran Jumhur yang dikenal sebagai aktivis dengan suara kritis terhadap berbagai isu sosial ke dalam pemerintahan menunjukkan adanya upaya serius untuk menghadirkan perspektif etik di tengah birokrasi negara yang selama ini kaku.
ADVERTISEMENT
“Anda bayangkan ini pergantian kabinet hanya satu orang. Menterinya yang diganti cuma satu, kok itu peristiwa politik. Dan yang diganti seorang yang sangat berkuasa sebetulnya di belakang dia,” ujar Rocky dikutip dari kanal YouTube pribadinya pada Rabu, 29 April 2026.
Pengamat politik tersebut menilai bahwa sejak awal banyak pihak menginginkan arah pembangunan nasional tidak hanya dijalankan secara teknokratis tetapi juga berpijak pada nilai moral dan etika yang kuat.
Menurut Rocky, penunjukan Jumhur merupakan hasil dari dorongan dan kesepahaman sejumlah pihak yang selama ini berada di luar lingkar kekuasaan dan menginginkan perubahan paradigma pemerintahan.
“Jadi secara ideologis kita memenangkan isu bahwa mantan napi itu tidak punya dendam nasional. Prabowo harus dibuat mengerti. Tadi saya bikin beliau mengerti,” lanjut Rocky menjelaskan dinamika di balik pergantian menteri tersebut.
Ia juga menyoroti posisi Menteri Lingkungan Hidup sebagai jabatan yang sangat strategis karena berkaitan langsung dengan isu-isu global dan memiliki dimensi moral yang tinggi.
Persoalan lingkungan hidup, kata Rocky, kini menjadi bagian penting dalam tata kelola dunia modern karena menyangkut etika pembangunan serta tanggung jawab sosial terhadap masyarakat luas.
Keberlanjutan hidup masyarakat, perlindungan sumber daya alam, dan masa depan generasi mendatang menjadi muatan etik yang melekat pada kementerian yang kini dipimpin oleh Jumhur.
Rocky menegaskan bahwa pergantian satu menteri saja dapat menjadi peristiwa politik besar jika sosok yang masuk memiliki latar belakang dan pengaruh yang kuat di publik.
Masuknya Jumhur ke Kabinet Merah Putih juga dipandang sebagai sinyal positif bahwa pemerintahan Prabowo membuka ruang seluas-luasnya bagi tokoh dari luar birokrasi untuk terlibat langsung dalam pengambilan kebijakan.
“Dengan demikian, kehadiran Jumhur di pemerintahan disebut membawa misi tertentu, terutama menciptakan keseimbangan di dalam kabinet,” ujar Rocky dalam analisisnya.
Publik kini menanti langkah nyata Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup terutama dalam merespons berbagai persoalan mendesak seperti kerusakan lingkungan, transisi energi, konflik lahan, hingga penguatan kebijakan pembangunan berkelanjutan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok