Berita, Nasional

Rocky Gerung Minta Kepala Bakom RI Syahganda Nainggolan Pulihkan Nama Baiknya Usai Dilantik Jadi Wantimpres

Repelita.id

07 October 2026 19:54 WIB

Rocky Gerung Minta Kepala Bakom RI Syahganda Nainggolan Pulihkan Nama Baiknya Usai Dilantik Jadi Wantimpres
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Permintaan terbuka mengenai pemulihan citra diri di hadapan masyarakat luas pasca bergabung ke dalam struktural kabinet kerja baru kini mulai dilontarkan ke ruang publik.

Kelakar tersebut diutarakan oleh salah satu anggota lembaga penasihat kepresidenan di sela agenda pertemuan formal antar jajaran pimpinan instansi penyiaran informasi negara.

ADVERTISEMENT

Pernyataan jenaka yang menarik perhatian para hadirin tersebut disampaikan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa, 6 Oktober 2026.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Rocky Gerung meminta Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia Syahganda Nainggolan untuk membersihkan nama baiknya.

Pihaknya menceritakan adanya gelombang cemoohan dari netizen di dunia maya tak lama setelah dirinya resmi mengemban amanah baru sebagai penasihat kepala negara.

Narasumber menegaskan, "Tugas pertama Syahganda adalah memulihkan nama baik saya di publik. Ini udah tiga hari dicaci, dihina, dilecehkan. Dan nggak ada satu pun yang belain gue, kurang ajar," dihadapan Syahganda.

Menurut pandangannya, kemunculan berbagai sentimen negatif tersebut merupakan konsekuensi logis dari rekam jejaknya yang selama ini dikenal vokal mengkritik kebijakan.

Guna meredam polemik tersebut, tokoh akademisi ini menyarankan pentingnya pengolahan materi publikasi secara taktis melalui pendekatan persepsi yang positif ke masyarakat.

Ia menambahkan bahwa peran instansi humas negara wajib dioptimalkan demi mencegah adanya upaya pembelokan data serta hasil capaian kerja yang otentik.

Ia menandaskan, "Karena isi pertama dari komunikasi adalah persepsi. Bukan fakta, bukan data. Saya bisa tunjukkan semua prestasi Presiden. Saya bisa dadarkan semua hasil yang bahkan sedang ditunggu oleh publik. Tapi dengan satu kebencian, data itu difalsifikasi tuh, selesai," sebagai penutup.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok



TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung