Berita, Nasional

Roy Suryo Desak DPR Makzulkan GRR Imbas Temuan Dokumen Pendidikan dan Bukti Digital Akun Fufufafa

Repelita.id

09 October 2026 19:52 WIB

Roy Suryo Desak DPR Makzulkan GRR Imbas Temuan Dokumen Pendidikan dan Bukti Digital Akun Fufufafa
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sebuah siaran pers resmi yang dirilis oleh Dr. KRMT Roy Suryo pada tanggal 08/10/2024 kembali mengangkat pembahasan mengenai jejak digital akun Kaskus legendaris bernama fufufafa.

Pakar telematika tersebut menyatakan bahwa secara teknis platform digital meyakini identitas pemilik akun kontroversial tersebut merujuk pada sosok pemuda berinisial GRR.

ADVERTISEMENT

Persoalan ini kian memanas setelah adanya keputusan terbaru dari Mahkamah Konstitusi yang memicu keabsahan administratif terkait riwayat pendidikan formal yang bersangkutan.

Menurut pernyataan Roy Suryo, pasca-putusan lembaga peradilan tersebut ditemukan indikasi ketidakjelasan dokumen kelulusan tingkat menengah atas yang menjadi prasyarat mutlak dalam menduduki posisi di pemerintahan.

Kondisi tersebut mendorong berbagai elemen masyarakat untuk mendesak Dewan Perwakilan Rakyat agar segera memulai proses pemakzulan secara konstitusional sesuai prosedur hukum yang berlaku.

Langkah hukum ini didasarkan pada ketentuan dalam Pasal 7A Undang-Undang Dasar 1945 mengenai pelanggaran berupa perbuatan tercela dan ketidakjujuran publik.

Sebelumnya, Forum Purnawirawan Prajurit TNI atau FPP-TNI diketahui telah berulang kali mengirimkan dokumen permohonan resmi kepada legislatif demi menuntut tindakan tegas serupa.

Selain persoalan administrasi jabatan, Roy Suryo juga membedah serangkaian pola komunikasi tertulis dari akun masa lalu tersebut yang dinilai memuat unsur penghinaan serius.

Pada catatan digital tanggal 21/06/2014, akun fufufafa sempat mengunggah tulisan, "Saya lagi membayangkan prabowo mendaki semeru, trus pas nyampe di puncak, dia mengibarkan bendera merah putih, lalu dia berteriak, "titiekkkkk kembalilah ke pelukanku". Trus habis itu dia menggelinding ke bawah seperti seekor landak, pas nyampe di bawah, dia langsung membeli jagung bakar."

Kalimat yang diunggah di forum publik tersebut dinilai sebagai bentuk pelecehan verbal yang secara langsung menyasar kehormatan tokoh nasional seperti Pak Prabowo beserta Mbak Titiek.

Tidak berhenti di situ, akun tersebut kembali mempublikasikan pernyataan bernada provokatif pada tanggal 24/08/2014 yang berbunyi, "Udah dibela-belain jadi mualaf, eh malah dicerain istri, punya anak xxxx (= homo), biji tinggal satu, gagal nyapres, duit habis, aduh"

Unggahan lain yang memicu kecaman keras dari publik terjadi pada tanggal 15/09/2014 saat akun tersebut menuliskan kalimat tidak senonoh yang ditujukan kepada seorang figur selebritas perempuan yakni, "Pengen xxxx-nya (baca: susunya) syahrini"

Roy Suryo menilai temuan paling krusial muncul dalam rilis tanggal 24/06/2014 ketika akun itu membuat sebuah pengakuan terbuka melalui kalimat singkat, "Saya tidak tamat sd"

Pernyataan masa lalu tersebut dinilai memiliki korelasi kuat dengan fakta hukum persidangan saat ini mengenai ketiadaan berkas ijazah sekolah menengah yang sah.

Melalui saluran komunikasi resminya, mantan Menpora tersebut mengonfirmasi bahwa seluruh bukti digital berupa tangkapan layar asli telah dikumpulkan dan diverifikasi dengan sensor pada bagian kata-kata vulgar.

Publikasi informasi mengenai polemik kepemilikan akun fufufafa ini disebarluaskan secara berkala oleh sang pakar melalui platform digital resmi miliknya di akun [@RoySuryoChannelOfficialAsli](https://youtube.com/@roysuryochannelofficialasdi).(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung