Berita, Nasional

Roy Suryo Ungkap Sindiran Anies Baswedan soal Polemik Keaslian Ijazah Jokowi di Temu Kangen Kagama

Repelita.id

04 September 2026 20:10 WIB

Roy Suryo Ungkap Sindiran Anies Baswedan soal Polemik Keaslian Ijazah Jokowi di Temu Kangen Kagama
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sebuah video perbincangan hangat di kanal Sentana Podcast menyoroti pertemuan antara pakar telematika Roy Suryo, Anies Baswedan, dan beberapa alumni Universitas Gadjah Mada.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam sebuah acara bertajuk Temu Kangen Kagama yang digelar dengan meriah di Velodrome Rawamangun pada akhir Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

Acara kumpul alumni yang sempat tertunda selama satu tahun tersebut mengangkat tema tradisi sekatenan khas Yogyakarta.

Selain dihadiri oleh ribuan alumnus, momentum tersebut juga memicu kembali perdebatan mengenai keaslian dokumen kelulusan mantan Presiden Joko Widodo.

Dalam tayangan tersebut, Roy Suryo menceritakan momen unik saat dirinya berpapasan langsung dengan Anies Baswedan.

Menurut Roy, mantan Gubernur Jakarta tersebut secara spontan melontarkan sebuah kalimat sindiran dalam bahasa Jawa yang cukup menggelitik.

Kutipan pernyataan asli yang diucapkan oleh Anies Baswedan saat menyapa Roy Suryo di lokasi adalah "sing asli wani teko sing ora asli ora wani teko".

Kalimat yang berarti yang asli berani datang dan yang tidak asli tidak berani datang tersebut langsung memicu tawa di antara para alumni yang hadir.

Perbincangan dalam siniar itu kemudian berkembang membahas polemik ijazah Joko Widodo yang hingga kini masih bergulir di ranah hukum.

Narasumber lain dalam podcast, Pak Janes, dengan nada tinggi mempertanyakan mengapa tidak ada rekan seangkatan dari Kehutanan 1981 yang muncul untuk memberikan pembelaan secara nyata.

Pernyataan keras juga disampaikan oleh Pak Janes mengenai pembuktian dokumen yang selama ini diklaim oleh pihak rektorat UGM.

Ia menegaskan "ijazah sudah dikatakan identik dan otentik itu beda" sembari meminta agar pembuktian fisik dilakukan secara transparan di hadapan lembaga independen atau pengadilan.

Menutup diskusi tersebut, Roy Suryo menyatakan kesiapannya untuk menghadiri sidang pokok perkara yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan September 2026.

Kasus ini dipastikan akan terus dikawal ketat oleh masyarakat karena menyangkut akuntabilitas informasi publik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung