Berita, Timur Tengah

Rudal Iran Hantam Tel Aviv, Hizbullah Balas 160 Bom Israel, Warga Yaman Ikut Bertempur

Repelita.id

10 April 2026 23:08 WIB

Rudal Iran Hantam Tel Aviv, Hizbullah Balas 160 Bom Israel, Warga Yaman Ikut Bertempur
Foto: Istimewa

Repelita Tel Aviv - Rudal jarak menengah buatan Iran menghantam wilayah Tel Aviv dini hari Jumat (10/4/2026) ketika Hizbullah membalas 160 bom yang dijatuhkan Israel ke Lebanon sehari sebelumnya.

Sirine peringatan berbunyi di seluruh ibu kota Israel, memaksa warga berhamburan keluar dari tempat tidur menuju bunker perlindungan.

ADVERTISEMENT

Serangan ini merupakan respons langsung atas pemboman Israel pada Rabu (8/4/2026) yang menewaskan lebih dari 300 warga Lebanon dalam operasi terkoordinasi terbesar sejak konflik dimulai.

Militer Israel mengkonfirmasi bahwa rudal-rudal diluncurkan dari arah utara dan sistem Iron Dome berhasil mencegat sebagian di antaranya.

Namun puing-puing dari hasil intersepsi jatuh di wilayah pemukiman, memicu kepanikan massal di kalangan warga sipil.

“Kami mendengar ledakan keras. Saya mengira itu adalah gempa bumi,” kata seorang warga Tel Aviv kepada Reuters.

“Kemudian sirine berbunyi, dan kami berlari ke bunker. Ini adalah pertama kalinya Tel Aviv terkena serangan langsung sejak perang dimulai,” tambahnya.

Tidak hanya Hizbullah, warga Yaman juga ikut bertempur dalam serangan bersama ini melalui kelompok Houthi yang didukung Iran.

Juru bicara militer Houthi, Yahya Sarea, mengatakan bahwa operasi bersama ini menargetkan Bandara Ben Gurion dan situs-situs militer strategis lainnya.

“Operasi ini dilakukan bersama dengan Korps Garda Revolusi Iran, tentara Iran, dan Hizbullah di Lebanon,” tegas Sarea dalam pernyataan yang disiarkan televisi al-Masirah.

Sebelumnya, Israel melancarkan 160 bom dalam waktu hanya 10 menit ke berbagai wilayah Lebanon pada Rabu (8/4/2026).

Serangan yang dinamakan Operasi Kegelapan Abadi itu menewaskan sedikitnya 303 orang dan melukai 1.150 lainnya menurut laporan Al Jazeera.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan tegas menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran tidak mencakup wilayah Lebanon.

“Tidak ada gencatan senjata di Lebanon. Kami terus menyerang Hizbullah dengan kekuatan penuh, dan kami tidak akan berhenti,” ujar Netanyahu.

Sementara itu, Wakil Presiden AS JD Vance mengklarifikasi bahwa AS tidak pernah berjanji untuk menghentikan serangan di Lebanon.

“Saya rasa Iran mengira bahwa gencatan senjata mencakup Lebanon, dan ternyata tidak,” kata Vance kepada wartawan di Budapest.

Republik Islam yang merasa ditipu merespons dengan kemarahan, namun hingga berita ini diturunkan belum ada satu pun rudal Iran yang diluncurkan langsung ke Israel.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung