Berita, Nasional

Rumor Mantan Marinir Satria Arta Kumbara Tewas di Perang Ukraina, Pemerintah Belum Berikan Konfirmasi Resmi

Repelita.id

20 July 2026 23:03 WIB

Rumor Mantan Marinir Satria Arta Kumbara Tewas di Perang Ukraina, Pemerintah Belum Berikan Konfirmasi Resmi
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Kabar mengenai meninggalnya mantan prajurit Korps Marinir TNI AL, Satria Arta Kumbara, di medan tempur Rusia-Ukraina kembali menjadi perbincangan hangat di jejaring sosial.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi yang diterbitkan otoritas terkait maupun pihak pemerintah Indonesia untuk memverifikasi kebenaran isu tersebut.

ADVERTISEMENT

Pemerintah juga belum mengeluarkan informasi terbaru mengenai kondisi Satria Arta Kumbara.

Satria sendiri merupakan eks Sersan Dua dengan NRP 111026 yang pernah bertugas di Inspektorat Korps Marinir, Cilandak, Jakarta Selatan.

Berdasarkan data militer, ia tercatat melakukan desersi sejak 13 Juni 2022, yang berujung pada vonis penjara satu tahun serta pemecatan tidak dengan hormat oleh Pengadilan Militer II-08 Jakarta pada April 2023.

Terkait statusnya, Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Kristomei Sianturi menegaskan bahwa lembaganya tidak lagi memiliki tanggung jawab hukum atas tindakan yang bersangkutan pascapemecatan.

Sesuai Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan, seseorang secara otomatis kehilangan status WNI jika menjadi tentara asing tanpa izin Presiden.

Menteri Hukum Supratman Andi Agtas sebelumnya pernah menjelaskan bahwa kewarganegaraan Satria telah gugur demi hukum akibat tindakannya bergabung dengan militer Rusia.

Pada Juli 2025 lalu, Satria sempat memohon maaf kepada Presiden Prabowo Subianto melalui akun TikTok pribadinya dan menyatakan ingin memulihkan status kewarganegaraannya.

Ia mengaku tidak memahami konsekuensi hukum ketika menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia. Satria juga memohon agar status kewarganegaraan Indonesianya dapat dipulihkan dengan alasan bergabung ke militer Rusia demi mencari nafkah.

Kabar duka mengenai dirinya pernah beredar pada Juni 2025, namun segera dibantah oleh yang bersangkutan melalui rekaman video klarifikasi.

Situasi kembali memicu spekulasi pada Agustus 2025, setelah beredar rekaman video yang memperlihatkan dirinya mengalami cedera parah di bagian kepala akibat serangan drone dan mortir.

Kementerian Pertahanan melalui Kepala Biro Informasi Pertahanan, Brigjen TNI Frega Ferdinand Wenas Inkiriwang, mengingatkan warga agar tidak mudah tergiur tawaran menjadi tentara bayaran.

Kita berharap ya untuk seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati ketika memang ada tawaran-tawaran untuk bergabung karena ada konsekuensi-konsekuensi hukum, juga secara administratif, katanya.

Hingga kini, informasi mengenai tewasnya mantan prajurit tersebut masih sebatas rumor yang belum dapat dikonfirmasi validitasnya oleh pemerintah. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung