Berita, Viral Sosmed

Rupiah Anjlok ke Level Terburuk Sepanjang Sejarah Memicu Perdebatan Sengit Netizen di Media Sosial X

Repelita.id

13 May 2026 14:05 WIB

Rupiah Anjlok ke Level Terburuk Sepanjang Sejarah Memicu Perdebatan Sengit Netizen di Media Sosial X
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Gejolak pelemahan nilai tukar mata uang domestik kian memicu ketegangan opini di ruang digital setelah nilai tukar rupiah terperosok ke zona terendah sepanjang sejarah perdagangan valuta asing.

Sentimen negatif yang terus menggelinding di masyarakat kini memicu perdebatan sengit antarpengguna media sosial mengenai pihak yang paling bertanggung jawab atas kemerosotan nilai mata uang garuda tersebut.

ADVERTISEMENT

Sejumlah pihak disinyalir berupaya mengalihkan beban persoalan ekonomi ini sepenuhnya kepada otoritas bank sentral guna meredam kritik publik yang mengarah pada lingkaran elite pemerintahan.

Respons kritis segera dilayangkan oleh pengguna platform jejaring sosial x.com dengan alamat akun @itsquaileggs yang memberikan komentar menohok berupa kalimat "Padahal di BI ada ponakan prawowo. Intinya sumber kehancuran adalah nonokotil dan keluarganya,".

Cuitan ketidakpuasan tersebut langsung memancing reaksi berantai dari warganet lain termasuk akun @sungchanana yang ikut menumpahkan kekesalannya melalui tulisan "Sebanyak itu sanak keluarganya dan semua kebagian jabatan di berbagai instansi loh Tapi satupun kaga ada yang becus kerja, semua sama kaya dia.. Yang penting punya jabatan, yapping doang 😳".

Sentimen ketidakpercayaan terhadap tata kelola birokrasi ini kian dipertegas oleh pernyataan tertulis dari akun @wintoritori yang menyampaikan pandangan radikalnya dengan mengetik "Mending ga usah ada presiden aja mah kata gw, kalo apa2 ttg negeri iji gak mau ditanyain ke dia".

Kekhawatiran mengenai masa depan stabilitas ekonomi nasional yang kian buram akibat penempatan figur yang dianggap tidak kompeten juga disuarakan oleh akun @phobieex lewat kalimat pendeknya "Bukan ahlinya lagi, tambah hancur dehh".

Berdasarkan data fluktuasi pasar finansial terkini posisi mata uang rupiah dilaporkan bertengger pada kisaran ambang batas tujuh belas ribu lima ratus hingga tujuh belas ribu lima ratus sebelas per dolar amerika serikat.

Anjloknya nilai tukar hingga menembus batas psikologis baru ini diprediksi akan memicu lonjakan angka inflasi secara masif serta memperberat beban operasional bagi sektor korporasi yang bergantung pada komoditas impor.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung