Repelita Jakarta - Perbincangan mengenai polemik keabsahan dokumen ijazah milik mantan Presiden Joko Widodo kembali mencuat di ruang publik nasional setelah rekaman wawancara lama beredar luas.
Pernyataan kontroversial tersebut disampaikan oleh pakar politik Ryaas Rasyid melalui kanal YouTube Abraham Samad yang kemudian memantik diskusi hangat di tengah masyarakat.
ADVERTISEMENT
Meskipun rekaman wawancara tersebut bukanlah sebuah materi baru, isi tanggapan yang disampaikan kembali menuai sorotan ketika proses hukum kasus ijazah masih bergulir.
Dalam program siniar tersebut, pengamat senior itu secara terbuka mengungkapkan pandangan pribadinya dengan menarik sebuah kesimpulan singkat terkait dokumen pendidikan sang mantan kepala negara.
Saya itu punya kesimpulan sederhana, dia itu tidak punya ijazah, ujar Ryaas Rasyid saat membahas polemik yang terus menjadi perdebatan publik.
Ia menjelaskan bahwa kesimpulan tersebut ditarik berdasarkan sejumlah indikasi yang ditemukannya, salah satunya berkaitan dengan standar kemampuan intelektual seorang sarjana.
Menurut analisisnya, cara penyampaian serta struktur pemikiran dari tokoh yang bersangkutan dinilai tidak mencerminkan ciri khas akademisi lulusan perguruan tinggi secara umum.
Indikasinya banyak, tapi yang paling nampak adalah memang dia tidak punya kapasitas sebagai sarjana, tutur Ryaas Rasyid di hadapan pewawancara.
Lebih lanjut, dirinya menguraikan bahwa seseorang yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi umumnya memiliki pola pikir yang tertata rapi serta kemampuan komunikasi yang sistematis.
Sarjana apa pun, sebab seorang sarjana itu punya struktur berpikir yang clear berbicara secara sistematik, sambungnya mempertegas argumen akademik tersebut.
Selain menyoroti aspek kapasitas intelektual, pengamat politik tersebut juga mempertanyakan alasan di balik keengganan pihak terkait untuk memperlihatkan dokumen asli secara terbuka.
Menurut pandangannya, apabila dokumen autentik tersebut benar-benar ada dalam kepemilikan pribadi, semestinya tidak ada hambatan untuk menunjukkannya kepada publik demi meredam polemik.
Yang kedua, ada apa sesuatu yang asli ini disembunyikan. Kalau dia mengatakan punya ijazah asli kenapa disembunyikan, paparnya mempertanyakan transparansi dokumen.
Ia menilai bahwa sikap menutup-nutupi dokumen penting justru akan semakin memicu kecurigaan publik serta memperkuat dugaan adanya ketidakberesan administratif sejak awal.
Kalau menurut saya sesuatu yang disembunyikan ini selalu bermasalah dan secara sadar ia mengakui ijazahnya itu bermasalah dan tidak sembarangan ditunjukkan, ucapnya.
Dirinya juga sempat menyinggung klaim pihak terkait yang berjanji akan menyerahkan dokumen tersebut kepada lembaga peradilan namun belum kunjung diperlihatkan secara langsung.
Hebatnya dia, itu akan menunjukkan ke pengadilan, pengadilan disorot dia juga tidak muncul. Dia mengatakan sudah serahkan ke Polisi, polisi mengaku terima fotocopy, terangnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok