Berita, Nasional

Said Didu Bongkar Dugaan Korupsi Makan Bergizi Gratis: Dapur Fiktif dan Manipulasi Anggaran Rugikan Negara Triliunan Rupiah

Repelita.id

21 June 2026 00:33 WIB

Said Didu Bongkar Dugaan Korupsi Makan Bergizi Gratis: Dapur Fiktif dan Manipulasi Anggaran Rugikan Negara Triliunan Rupiah
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, membongkar dugaan praktik korupsi sistematis dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis yang dikelola oleh Badan Gizi Nasional.

Melalui unggahan di media sosialnya, Said Didu menyatakan bahwa program tersebut telah disalahgunakan oleh pihak-pihak tertentu untuk mengeruk keuntungan pribadi dari anggaran negara.

ADVERTISEMENT

Said Didu menyoroti perubahan desain program yang semula ditujukan bagi masyarakat miskin serta kelompok rentan di daerah terpencil, menjadi cakupan luas untuk seluruh anak dan ibu hamil.

Akibat perluasan tersebut, jumlah penerima manfaat melonjak drastis hingga mencapai 82 juta orang, yang menurutnya menjadi celah untuk menaikkan kuota anggaran secara tidak wajar.

Ia juga memaparkan adanya kejanggalan pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang jumlahnya membengkak hingga puluhan ribu titik tanpa standar operasional yang jelas.

Menurut Said Didu, terdapat kelebihan ribuan dapur yang diduga diperjualbelikan oleh oknum pejabat, bahkan ditemukan adanya ratusan unit dapur fiktif yang menyerap dana besar.

Uang yang dirampok dari SATU dapur fiktif sktr Rp 45 juta per hari !!!, tulisnya dalam unggahan tersebut.

Selain itu, ia mengungkap adanya pergeseran syarat pemilik dapur yang kini lebih mudah dikuasai oleh yayasan bentukan kroni pejabat, termasuk keterlibatan pihak-pihak tertentu dalam pengelolaannya.

Mengenai skema pembayaran, ia menyebut adanya perubahan pola insentif yang membuat para pemilik dapur bisa mendapatkan keuntungan sangat besar dalam waktu singkat.

Pemilik dapur disebut bisa mendapatkan jaminan pendapatan hingga miliaran rupiah per tahun, sehingga investasi pembangunan dapur dapat kembali modal dalam kurun waktu kurang dari setahun.

Segera moratorium program MBG dan tata ulang seluruh pelaksanaannya. Tangkap semua perampok uang negara lewat MBG - termasuk pemilik dapur yg mendapatkan lewat kongkalikong dengan pejabat BGN, desaknya.

Said Didu menyarankan pemerintah untuk melakukan perombakan total serta menghentikan praktik yang dianggap telah merugikan negara hingga ratusan triliun rupiah tersebut. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung