Berita, Nasional

Said Didu Sebut Oknum Penguasa dan Aparat Jadi Pemelihara Hantu Oligarki Demi “Sesajen” Kekuasaan

Repelita.id

04 September 2026 22:37 WIB

Said Didu Sebut Oknum Penguasa dan Aparat Jadi Pemelihara Hantu Oligarki Demi “Sesajen” Kekuasaan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Diskusi mengenai cengkeraman kekuasaan kelompok elit kembali meramaikan lini masa platform X setelah seorang tokoh publik melontarkan kritik filosofis bernada sindiran tajam.

Pernyataan menohok tersebut disebarluaskan oleh akun media sosial @msaid_didu pada tanggal 4 September 2026 yang langsung menyedot perhatian ribuan pengguna internet.

ADVERTISEMENT

Dalam unggahannya, sang tokoh menganalogikan kekuatan ekonomi politik raksasa layaknya makhluk tak kasat mata yang dipelihara oleh pihak-pihak tertentu di lingkaran kekuasaan.

Akun tersebut menuliskan pandangan kritisnya secara lugas dengan kalimat: Oligarki itu bagaikan hantu - siapa pemelihara hantu ?.

Analogi tersebut dilanjutkan dengan penjelasan mengenai pihak yang selama ini diuntungkan dalam praktik persekongkolan antara pemodal besar dan penguasa.

Cuitan itu memperjelas bahwa pihak yang gemar memelihara kekuatan tersembunyi tersebut adalah kalangan yang menikmati keuntungan dari berbagai fasilitas dan kebijakan.

Pernyataan lengkap dari sang tokoh dalam cuitan tersebut berbunyi: Faktanya yang suka menikmati “sesajen” selama ini adalah oknum pejabat, penegak hukum, aparat keamanan, politisi, dan tokoh berpengaruh.

Unggahan yang menuai ribuan tayangan ini seketika memancing beragam reaksi, perdebatan, serta tanggapan menggelitik dari para warganet di kolom balasan.

Salah satu komentar jenaka disampaikan oleh akun @ArvanRahim19401 yang menanggapi analogi makhluk halus tersebut dengan nada berseloroh.

Pengguna akun tersebut menuliskan tanggapan singkat berbunyi: Kok hantu bisa naik mobil ya du...😁.

Tanggapan analitis turut diberikan oleh akun @KardusImajinasi yang membandingkan dinamika kekuasaan tersebut dengan pertunjukan teater tradisional.

Akun tersebut menuliskan ulasan kritis berbunyi: Itu masalah nya. mengapa 08 seperti itu. Seperti menyaksikan pagelaran wayang, kita hanya menyaksikan bentuk bayang 2 hitam yg bergerak-gerak tanpa tau siapa tokoh dalang yg memainkn wayang tsb dr balik layar, terkecuali MC acaranya sendiri yg memberitahukannya. #sandiyudha.

Pandangan berbeda disampaikan oleh akun @anovaway

yang melihat fenomena kekuasaan elit sebagai sesuatu yang lumrah terjadi di berbagai belahan negara dunia.

Pengguna akun tersebut menuliskan argumen realistis berbunyi: Faktanya tak ada satu negara pun yang bebas oligarki. Narasi seperti ini hanya soal perbedaan kelompok oligarkinya saja.

Perbincangan hangat di ruang siber ini terus bergulir dengan berbagai sudut pandang mengenai transparansi tata kelola negara serta pengaruh kekuatan modal terhadap kebijakan publik.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok




TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung