Berita, Nasional

Said Didu Tuding Operasi Politik Jokowi di Balik Terpilihnya Bahlil Jadi Ketum Golkar

Repelita.id

20 October 2026 22:45 WIB

Said Didu Tuding Operasi Politik Jokowi di Balik Terpilihnya Bahlil Jadi Ketum Golkar
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, melontarkan kritik pedas terkait dugaan operasi politik yang mewarnai pergantian kepemimpinan di tubuh Partai Golkar.

Ia secara terbuka menyentil sikap jajaran kader partai yang dinilai tunduk dan pasrah atas pengambilalihan posisi ketua umum dari Airlangga Hartarto kepada Bahlil Lahadalia.

ADVERTISEMENT

Pernyataan tajam tersebut disampaikan oleh Muhammad Said Didu melalui unggahan di akun media sosial X miliknya pada Selasa, 20 Oktober 2026.

Lontaran tersebut disampaikan Muhammad Said Didu untuk menanggapi pernyataan politikus Partai Golkar, Andi Sinulingga, yang sempat menyoroti dugaan penggunaan operasi politik untuk merusak reputasi seseorang.

Menanggapi hal itu, Muhammad Said Didu mengarahkan sorotannya kepada peran Presiden ke-7 RI Joko Widodo dalam menentukan pimpinan partai berlambang pohon beringin tersebut.

"Hahaha @Golkar5 membicarakan dirinya sendiri. Operasi politik Jokowilah yg menjadoakan @bahlillahadalia jadi Ketua Umum Partai Golkar - tapi kalian semua pasrah dan patuh sampai sekarang," tulis mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu.

Unggahan kritis dari Muhammad Said Didu tersebut mendulang perhatian luas dan ditanggapi oleh politikus Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana.

Cipta Panca Laksana turut menduga adanya praktik penyalahgunaan kekuasaan melalui instrumen penegak hukum yang berujung pada mundurnya Airlangga Hartarto.

"Itu salah satu abuse of power yang dilakukan Jokowi saat berkuasa, memanfaatkan aparat penegak hukum. Dengan sprindik APH Airlangga Hartarto langsung lemes, dan menyerahkan tampuk kekuasaan di Golkar ke Bahlil!" kata politikus Partai Demokrat Cipta Panca Laksana.

Pergantian pimpinan internal Partai Golkar itu sendiri terjadi pada Agustus 2024 melalui Musyawarah Nasional XI usai Airlangga Hartarto secara mendadak menyatakan mundur.

Rangkaian dinamika tersebut berlangsung di tengah masa transisi pemerintahan menjelang pelantikan kepemimpinan nasional yang baru.

Sorotan yang disuarakan oleh Muhammad Said Didu kini kembali memantik perdebatan publik mengenai independensi partai politik di tengah pusaran arus kekuasaan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung