Berita, Nasional

'Saya Tahu Upah Kupas Bawang Bukan Rp700 Ribu per Kg, Cuma Ngetes Kalian'

Repelita.id

17 August 2026 20:08 WIB

'Saya Tahu Upah Kupas Bawang Bukan Rp700 Ribu per Kg, Cuma Ngetes Kalian'
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Polemik soal angka upah pengupas bawang yang disebut mencapai Rp700 ribu per kilogram dalam pidato Presiden Prabowo Subianto di Sidang Tahunan MPR terus bergulir di ruang digital.

Penulis asal Mojokerto Hasyim Muhammad menanggapi dengan nada penuh sindiran seolah meniru gaya sang presiden.

ADVERTISEMENT

Ia menulis, “Saya itu tahu upah mengupas bawang itu bukan Rp 700ribu per kilogram. Saya itu cuma ngetes kalian itu dengerin pidato saya atau tidak. Huh!” dikutip Minggu 16 Agustus.

Pada acara di Kompleks Parlemen Jakarta Pusat Jumat 14 Agustus 2026 Presiden memperkenalkan Ibu Susana asal Kabupaten Bogor yang berprofesi sebagai buruh harian pengupas bawang.

Presiden menyatakan, “Hari ini hadir bersama kita, Ibu Susana dari Kabupaten Bogor, dia bekerja sebagai buruh harian. Mengupas bawang dengan upah Rp700 ribu per kilogram.”

Ia juga menambahkan bahwa Susana menerima manfaat dari Program Keluarga Harapan dan Program Sembako yang menopang pendidikan anak-anaknya.

Angka tersebut langsung menjadi perbincangan luas di media sosial.

Seorang warganet yang mengaku dosen menuliskan, “Saya dosen, S3, Lektor Kepala. Saat ini penghasilan saya jauh dari penghasilan mengupas bawang.”

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menanggapi keriuhan itu dengan menegaskan bahwa pemerintah akan memverifikasi data yang disampaikan.

“Nanti kita cek ya,” katanya di Istana Negara Jakarta Sabtu 15 Agustus 2026.

Ia menambahkan, “Kalau detailnya kita cek.”

Data dari Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan mencatat rata-rata harga nasional bawang merah sebesar Rp34.546 per kilogram.

Sementara harga bawang putih Honan berada di kisaran Rp35.800 per kilogram.

Reaksi publik yang beragam ini menunjukkan betapa satu pernyataan dalam forum resmi mampu memicu perhatian luas hingga memunculkan berbagai tanggapan kritis maupun satir.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung