Berita, Nasional

Sebut pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa tepat, Jhon Sitorus nilai Menkeu bukan menteri propaganda dan tak usah omon-omon

Repelita.id

15 September 2026 19:21 WIB

Sebut pencopotan Purbaya Yudhi Sadewa tepat, Jhon Sitorus nilai Menkeu bukan menteri propaganda dan tak usah omon-omon
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Keputusan Presiden Prabowo Subianto menunjuk Suahasil Nazara guna menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa di kursi Menteri Keuangan mendapatkan apresiasi positif dari kader PDI Perjuangan Jhon Sitorus.

Langkah tegas pencopotan pejabat lama tersebut dipandang oleh Jhon Sitorus sebagai keputusan yang sangat tepat demi menyelamatkan iklim ekonomi nasional.

ADVERTISEMENT

Pengelolaan portofolio bendahara negara dinilai memegang peranan krusial karena berkorelasi langsung dengan sentimen para pelaku pasar modal serta investor internasional.

Pernyataan publik yang dikeluarkan seorang pengelola fiskal dinilai dapat memberikan dampak langsung bagi kestabilan arus investasi dan persepsi pasar uang.

“Menteri Keuangan adalah wajah keuangan dan pasar Indonesia. Kalau mulutnya asal BACOT, ya kepercayaan pasar pasti menurun. Pasar akan bertanya, sebenarnya Purbaya ini mampu menghadirkan kestabilan enggak sih?” kata Jhon, dikutip Selasa (15/9/2026).

Potensi minimnya kepastian hukum dan dinamika komunikasi publik yang destruktif dikhawatirkan dapat memicu pelarian modal asing ke luar negeri.

Dampak domino dari kepindahan modal tersebut disinyalir berisiko menekan pergerakan nilai tukar rupiah sekaligus melemahkan Indeks Harga Saham Gabungan.

“Karena tidak ada kepastian, investor memilih menanam modal di luar negeri. Lalu rupiah anjlok dan IHSG rontok. Yang janjinya to the moon, malah to the floor... ‘NYUNGSEP’,” tuturnya.

Jhon Sitorus menekankan kembali pentingnya penghadirkan stabilitas nyata dalam menjaga psikologis para pelaku pasar modal tanah air.

Otoritas bendahara negara diimbau untuk fokus menjalankan fungsi pengelolaan keuangan tanpa melontarkan wacana kontroversial yang memicu ketegangan dengan pemerintah daerah.

“Memecat Purbaya sudah tepat. Pasar butuh kepastian, psikologi pasar tidak akan pernah berbohong. Menteri Keuangan bukan menteri propaganda, apalagi sampai mengancam-ancam kepala daerah,” tegasnya.

Dirinya pun menyampaikan harapan agar jajaran pimpinan kementerian keuangan yang baru dapat menjaga komunikasi publik secara lebih terukur.

“Semoga Menteri Keuangan yang baru tidak kebanyakan omon-omon,” tandasnya.

Proses pergantian kepemimpinan tersebut ditandai dengan pelantikan Suahasil Nazara oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, pada Senin, 14 September 2026.

Dalam prosesi pengangkatan resmi tersebut, Suahasil Nazara mengikrarkan sumpah jabatan sebagai pejabat pimpinan kementerian secara khidmat.

“Demi Tuhan saya berjanji bahwa saya akan setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara," kata Suahasil saat membacakan sumpah jabatan.

Rekam jejak Suahasil Nazara di lingkungan Kementerian Keuangan tercatat sangat panjang, termasuk saat mendampingi Sri Mulyani Indrawati sebagai Wakil Menteri Keuangan.

Rekam jejak profesional tersebut kini mengantarkan dirinya dipercaya memegang pucuk pimpinan bendahara negara di bawah kabinet kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Di sisi lain, Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya telah mengemban amanat jabatan Menteri Keuangan sejak 8 September 2025 usai menggantikan Sri Mulyani.

Sebelum keputusan pemberhentian diterbitkan, Purbaya Yudhi Sadewa tercatat masih menjalankan fungsi kedinasan pada 13 September 2026.

Kegiatan terakhir yang dilakukannya yakni mendorong Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia untuk memperluas akses pembiayaan terjangkau bagi sektor industri domestik.

Pergeseran pimpinan di tubuh Kementerian Keuangan ini terus menjadi perhatian publik luas karena peran vitalnya dalam merumuskan arah kebijakan fiskal nasional.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung