Berita, Nasional

Segera Jadi Ketua Dewan Pembina PSI, Jokowi Berjanji Berjuang Mati-matian untuk Partai

Repelita.id

13 June 2026 19:45 WIB

Segera Jadi Ketua Dewan Pembina PSI, Jokowi Berjanji Berjuang Mati-matian untuk Partai
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, tengah menjadi sorotan publik usai aksinya yang berapi-api dalam Rapat Kerja Nasional Partai Solidaritas Indonesia di Makassar, Sulawesi Selatan, pada 31 Januari 2026.

Dalam forum tersebut, Jokowi menyatakan komitmen penuhnya untuk mendukung pergerakan PSI.

ADVERTISEMENT

Ia berujar, "Saudara bekerja keras untuk PSI, saya pun akan bekerja keras untuk PSI."

Tak berhenti di situ, ia bahkan merasakan tekanan kesiapannya untuk berjuang habis-habisan bagi partai tersebut.

Ia berteriak, "Saudara-saudara bekerja mati-matian untuk PSI, saya pun akan bekerja mati-matian untuk PSI."

Kehadirannya di Makassar dijelaskan sebagai upaya memberikan dorongan semangat bagi partai yang ia sebut sebagai partai super Tbk.

Ia menuturkan, "Saya datang ke Rakernas PSI ini untuk memberikan semangat, karena ini adalah partai super Tbk yang perlu diberikan motivasi."

Jokowi juga memberikan instruksi agar seluruh struktur organisasi PSI segera diturunkan hingga tingkat akar rumput sebelum akhir tahun 2026.

Arahan tersebut disebutnya telah selaras dengan hasil diskusi internal bersama jajaran pimpinan pusat PSI.

Posisi Jokowi di partai ini pun semakin terang, di mana ia dipastikan akan mengisi jabatan sebagai Ketua Dewan Pembina.

Ketua DPP PSI, Bestari Barus, menyebut proses pengukuhan resminya hanya tinggal menunggu waktu yang tepat.

Ia mengungkapkan, "Jadi ini hanya tinggal menunggu hari, tanggal, jam saja dan kesempatan ketua umum, kesempatan Pak Jokowi untuk kemudian yang disampaikan oleh Bu Grace kemarin, akan ada penjaketan. Ya, tunggu waktu saja sedikit lagi."

Meski seremoni jaketetan tersebut bersifat simbolis, Bestari menilai langkah itu merupakan peristiwa bersejarah bagi internal partai.

Ia menjelaskan, "Momen itu adalah sejarah. Jadi, kita menunggu waktu yang tepat bagi patron kami, tentu beliaulah yang akan menempati tempat yang paling terhormat di organisasi PSI ini."

Menurut Bestari, jajaran PSI secara de facto telah lama menempatkan Jokowi sebagai tokoh panutan utama.

Ia menegaskan, "Belum pun Pak Jokowi ada dalam struktur, kami sudah menempatkan beliau, bersepakat menempatkan beliau sebagai patron panutan kami dalam berpartai di PSI."

Kedekatan ini dinilai semakin mengonfirmasi posisi politik Jokowi pasca tidak lagi menjadi bagian dari PDI-P.

Bestari menyatakan, "Dan kemudian diisyaratkan lagi pada Rakernas di Makassar itu menyatakan, 'Saya masih sanggup untuk turun ke 38 provinsi untuk PSI dan ke seluruh kabupaten/kota untuk PSI, bahkan sampai kecamatan bila diperlukan. Itu kan sudah disampaikan'."

Ia menambahkan, "Mana mungkin, mana mungkin kalau masih di PDIP boleh menyatakan itu? Iya enggak?"

Ke depan, PSI telah menyusun agenda kunjungan daerah bagi Jokowi untuk bertemu dengan kader serta relawan di wilayah Lampung, Nusa Tenggara Timur, hingga Jawa Barat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok



TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung