Berita, Nasional

Sekarang Banting Tulang Peras Keringat Chusnul Chotimah Sebut Efek Jokowi Belum Cukup Dongkrak Elektabilitas PSI Salip PDIP

Repelita.id

26 August 2026 21:14 WIB

Sekarang Banting Tulang Peras Keringat Chusnul Chotimah Sebut Efek Jokowi Belum Cukup Dongkrak Elektabilitas PSI Salip PDIP
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Keterlibatan politik Joko Widodo bersama Partai Solidaritas Indonesia masih menjadi pusat sorotan publik dalam persiapan menghadapi kontestasi Pemilihan Umum 2029.

Kendati berbagai upaya telah dikerahkan guna mendongkrak tingkat keterpilihan partai, pengaruh besar Jokowi dinilai belum mampu menyamai kekuatan politik PDI Perjuangan.

ADVERTISEMENT

Data riset nasional yang dirilis oleh Saiful Mujani Research and Consulting mencatat posisi elektabilitas PSI bertengger pada angka 4,1 persen.

Perolehan angka tersebut masih terpaut cukup jauh jika dibandingkan dengan raihan PDIP yang kokoh di angka 11,7 persen.

Situasi tersebut memicu komentar terbuka dari pegiat media sosial bernama Chusnul Chotimah melalui tanggapannya di dunia maya.

Dirinya membandingkan dinamika perjalanan politik Jokowi sewaktu masih bernaung di bawah partai berlambang banteng dengan kondisi setelah merapat ke PSI.

Dulu Jokowi di PDIP tinggal duduk manis, cukup kader PDIP yang bekerja, Jokowi bisa jadi walikota, Gub hingga presiden.

Pola pergerakan tersebut dinilai berbanding terbalik dengan kondisi saat ini di mana Jokowi harus bekerja keras membesarkan partai barunya.

Berdasarkan rencana yang ada, Jokowi bahkan dikabarkan siap melakukan safari politik secara langsung ke berbagai wilayah demi mendongkrak perolehan suara PSI.

Namun, Chusnul berpendapat bahwa besarnya nama Jokowi belum serta-merta bertransformasi menjadi kekuatan elektoral yang masif bagi partai tersebut.

Sekarang Jokowi terpaksa turun gunung banting tulang peras keringat.

Meskipun survei SMRC menunjukkan peningkatan suara yang menjadi salah satu rekor tertinggi bagi partai, posisinya masih belum mampu menyaingi sang mantan partai pengusung.

Kritik tajam turut dialamatkan kepada sejumlah figur ring satu di sekitar Jokowi yang dinilai justru berpotensi menimbulkan kerugian politik.

Soalnya anaknya kosong semua ditambah ternaknya seperti Budi Arie PSI dkk bungul berataan.

Tindakan para pendukung di sekelilingnya dianggap kerap salah langkah dan memicu kontroversi akibat niat berlebihan untuk mencari muka.

Mereka bisanya cuma menjilat, niatnya mau nyenangkan tuannya tapi malah blunder.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung