Repelita New York - Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengonfirmasi kematian satu personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) akibat serangan pasukan Israel di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon selatan.
Dalam akun media sosial X resminya pada Senin (30/3/2026), Guterres menyampaikan kutukan keras atas serangan yang menewaskan prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian di bawah bendera PBB tersebut.
ADVERTISEMENT
UNIFIL dalam rilis resminya menuntut agar segera dilakukan investigasi atas kejadian ini, menyusul ledakan proyektil yang tidak teridentifikasi di dekat markas mereka di Adchit Al Qusayr.
Pihak berwenang hingga saat ini belum mengetahui secara pasti asal muasal proyektil yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa dari kalangan pasukan penjaga perdamaian tersebut.
UNIFIL meminta semua pihak yang bertikai untuk wajib mematuhi hukum internasional dan memastikan keamanan serta keselamatan seluruh pasukan penjaga perdamaian PBB yang bertugas di Lebanon.
Total delapan prajurit TNI menjadi korban dalam serangan di Lebanon dengan rincian Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar (gugur), Lettu Sulthan Wirdean Maulana (luka berat), Sertu Muhammad Nur Ichwan (gugur), Praka Farizal Rhomadhon (gugur), Praka Rico Pramudia (luka berat), Praka Bayu Prakoso (luka ringan), Praka Arif Kurniawan (luka ringan), dan Praka Deni Rianto (luka berat).(*)
Editor: 91224 R-ID Elok