Repelita Teheran - Selat Hormuz kian mendidih akibat ulah Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang mengancam blokade total, dan Iran kini mengambil tindakan tegas dengan menyatakan bahwa kapal-kapal yang terkait dengan pasukan AS akan semakin tercekik dan tidak diizinkan melintas.
Letnan Kolonel Ebrahim Zolfaqari, juru bicara Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya, mengatakan bahwa kapal-kapal yang terkait dengan pasukan musuh tidak diizinkan melintasi Selat Hormuz, sementara kapal lain mungkin dapat melintas dengan syarat mematuhi peraturan Iran.
ADVERTISEMENT
Angkatan bersenjata Iran menganggap bahwa pembelaan hak-hak nasional negara sebagai kewajiban yang wajar dan sah termasuk kedaulatan di perairan teritorial negara, katanya seperti dilansir Press TV pada Selasa, 14 April 2026.
Iran akan menerapkan mekanisme permanen untuk mengendalikan Selat Hormuz bahkan setelah krisis terselesaikan, sehingga kapal-kapal yang berafiliasi dengan Amerika Serikat akan terus merasakan tekanan dan pembatasan ketat.
Zolfaqari memperingatkan bahwa jika keamanan pelabuhan Republik Islam terancam oleh blokade yang diumumkan Trump pada Senin, 13 April 2026, maka tidak ada pelabuhan di Teluk Persia dan Laut Oman yang akan tetap aman.
Dengan kata lain, kapal-kapal yang terkait dengan AS tidak akan bisa bernapas lega di kawasan tersebut karena Iran berkomitmen untuk melindungi kedaulatan maritimnya dengan tindakan tegas dan berkelanjutan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok