Repelita Washington DC - Sepak terjang Jared Kushner, menantu Presiden Amerika Serikat Donald Trump, kembali menjadi sorotan setelah ia dilibatkan dalam tim negosiasi perdamaian dengan Iran yang berlangsung di Pakistan pada Sabtu (11/4/2026).
Meski tidak memegang jabatan resmi di pemerintahan AS saat ini, Kushner yang berusia 45 tahun itu dianggap sebagai tokoh sentral dalam kebijakan luar negeri Amerika, terutama di kawasan Timur Tengah.
ADVERTISEMENT
Ia diberi mandat sebagai penasihat dan utusan khusus yang kewenangannya kerap melampaui wewenang Kementerian Luar Negeri AS dalam berbagai misi diplomatik.
Suami dari Ivanka Trump ini kerap diutus mertuanya untuk menjalin kerjasama dengan negara-negara asing, dan ia menjadi penghubung langsung Trump dengan para pemimpin kunci Timur Tengah seperti Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman serta Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani.
Bagi para petinggi Timur Tengah, mereka lebih suka berbicara langsung dengan pihak yang memiliki akses langsung ke Donald Trump, dan Kushner memegang akses kunci tersebut termasuk dalam penyampaian keinginan Trump kepada delegasi Iran.
Selain berperan dalam negosiasi dengan Iran, Kushner juga pernah membantu menengahi gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Jalur Gaza serta memimpin negosiasi untuk mengakhiri perang Rusia-Ukraina.
Ia juga dikenal sebagai pengusaha properti dan pendiri perusahaan ekuitas swasta Affinity Partners yang berbasis di Miami, yang mengelola aset senilai lebih dari US$5,4 miliar per September 2025.
Pada tanggal 7 April lalu, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa Vance, Witkoff, dan Kushner sedang berbicara dengan perantara di Pakistan.
Namun sebelumnya pada bulan Maret, Iran sempat menolak untuk bernegosiasi dengan Witkoff dan Kushner, dengan menuduh mereka melakukan pengkhianatan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok