Repelita [Jakarta] - Gelombang rundungan serta hantaman opini negatif dari para pengguna platform digital yang diarahkan kepada pimpinan sekretariat kabinet sukses memicu perhatian luas.
Bukannya membalas dengan argumen defensif, pembantu dekat kepala negara tersebut justru mempertontonkan reaksi yang mengejutkan banyak pihak dengan memilih bergeming.
ADVERTISEMENT
Langkah senyap tanpa kepanikan dalam menghadapi riuh rendah dinamika media sosial tersebut langsung menuai atensi serta ulasan mendalam dari pengamat politik.
“Bagi saya, sikap Seskab Teddy yang tidak defensif, memilih mengabaikan serangan personal, patut diapresiasi,” kata Iwan dalam keterangannya, Selasa (2/6/2026).
Keteguhan mental aparatur strategis ini dinilai mencerminkan kedewasaan kepemimpinan yang sangat krusial dalam mengawal roda pemerintahan era baru.
Kemampuan menahan diri dari pusaran konflik personal dianggap menjadi bukti nyata bahwa dirinya lebih mengutamakan produktivitas kerja ketimbang drama dunia maya.
"Teddy tidak menggunakan privilege-nya sebagai Seskab and semua orang tahu, Teddy lah yang paling dekat dengan Presiden. Bahkan saya sering menyatakan bahwa Teddy ini merupakan salah satu pejabat yang menjadi andalan Presiden," ungkapnya.
Di tengah terjangan badai kritik digital, figur militer aktif ini justru membuktikan performa kerja yang luar biasa cepat dalam menyelesaikan agenda kedinasan.
Dirinya diketahui memusatkan seluruh konsentrasi untuk mengawal program strategis serta memaparkan data keberhasilan diplomasi internasional secara transparan.
"Namun, kalau menyangkut tugas dan tanggung jawabnya sebagai Seskab dalam urusan negara, dia paling gesit dan cekatan. Kalau kita perhatikan aktivitasnya di media sosial, Teddy seperti tidak mengenal capek, bahkan dari pagi ketemu pagi," jelas Iwan.
Alih-alih meratapi perundungan netizen, sang pejabat meluruskan opini publik lewat pembuktian hasil nyata kunjungan luar negeri yang sempat dipersoalkan pihak luar.
Dirinya menekankan bahwa parameter kesuksesan misi diplomatik seorang kepala negara wajib diukur dari dampak konkret bagi kesejahteraan rakyat, bukan kalkulasi durasi perjalanan.
"Jangan sampai kita mengaburkan fakta tentang semua hasil yang telah kita capai. Dan semua itu adalah diplomasi yang dilakukan oleh Presiden Prabowo lewat berbagai macam cara, baik yang dipublikasikan maupun tidak dipublikasikan. Karena yang terpenting bagi kami adalah hasil konkretnya," ujar Teddy dalam rekaman video yang dirilis Senin (1/6/2026). (*)
Editor: 91224 R-ID Elok