Berita, Nasional

Showroom Motor Listrik MBG di Daan Mogot Masih Seperti Gudang Bekas, Izin Belum Rampung dan Harga Jadi Sorotan

Repelita.id

15 April 2026 18:11 WIB

Showroom Motor Listrik MBG di Daan Mogot Masih Seperti Gudang Bekas, Izin Belum Rampung dan Harga Jadi Sorotan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Di balik proyek pengadaan motor listrik bernilai triliunan rupiah untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebuah ironi mencolok terlihat di pinggir Jalan Daan Mogot, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, dimana berdiri gerbang besi tua penuh coretan grafiti yang kontras dengan megahnya nilai proyek.

Suasana di sekitar lokasi tampak lengang dan fasad bangunan yang sunyi menyimpan cerita yang tidak langsung terlihat dari luar, memunculkan pertanyaan tentang kesiapan fasilitas pendukung program tersebut.

ADVERTISEMENT

Gerbang biru setinggi dua meter yang sudah tidak simetris dan dipenuhi coretan grafiti bergaya bubble writing itu seolah menyembunyikan aktivitas besar di dalamnya, dengan satu tangga perancah masih berdiri tegak tepat di bawah logo Emmo.

Tidak ada yang menyangka bahwa bangunan yang terkesan kosong dengan dua pohon besar menutupi fasadnya ini merupakan showroom utama merek Emmo Electric Mobility.

Tim liputan yang menunggu di lokasi selama empat jam pada Senin, 13 April 2026, sesekali berteriak dengan harapan ada seseorang yang keluar, namun bangunan beratap seng silver itu tetap bergeming tanpa jawaban.

Penelusuran pada laman resmi Emmo mencantumkan showroom pertama mereka berada di kawasan Grogol ini, namun statusnya masih coming soon dan belum melayani transaksi.

Meski laman resmi perusahaan mencantumkannya sebagai showroom, hasil pantauan di lokasi menunjukkan bangunan ini justru lebih menyerupai gudang diler atau pusat distribusi logistik.

Seorang petugas keamanan di sekitar lokasi bernama Slamet mengungkapkan bahwa aktivitas di sana sudah berjalan sejak Februari 2026 namun belum melibatkan staf tetap.

"Belum beroperasi, masih pembangunan kalau saya lihat. Paling orang-orang itu saja, ibaratnya kayak orang 'comotan' gitu, belum ada karyawan resminya," ungkap Slamet.

Ia juga menambahkan bahwa sekitar 500 unit motor listrik telah dipindahkan ke gudang di Kawasan Sentul, Bogor, pada pekan lalu.

Lahan seluas 2,6 hektar berbentuk letter L tersebut ternyata merupakan bekas gudang perusahaan air kemasan PT Mulia Multi Mandiri yang bangkrut dan kini beralih kepemilikan kepada PT Yasa Artha Trimanunggal melalui proses lelang.

Aspek legalitas lingkungan di tingkat akar rumput ternyata belum tuntas meski proyek ini berskala nasional, karena PT Yasa Artha Trimanunggal disebut baru memberikan izin secara lisan.

"Belum ada izin yang resmi. Mereka janji kalau misalnya mau ada peresmian baru mengundang pejabat lingkungan di sini," ujar Yanto, Ketua RW 03 Grogol Petamburan.

Ketua RT 06, Ita, menegaskan bahwa dirinya belum pernah menerima pengajuan izin penempatan wilayah secara formal hingga saat ini.

Warga sekitar juga melaporkan sering melihat pria mengenakan seragam loreng yang berlalu-lalang menggunakan sepeda motor di area bangunan tersebut.

"Kalau sekuriti saya enggak tahu ada apa enggak. Cuma pernah lihat pria berseragam loreng yang sering mondar-mandir, tapi tidak tahu sebagai apa," kata Gunawan, seorang warga setempat.

Persoalan harga juga menjadi sorotan tajam karena dalam sistem e-purchasing, harga motor Emmo tipe Trail JVX GT tercatat mencapai Rp49,95 juta per unit.

Namun, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut pihaknya mendapatkan harga Rp42 juta per unit untuk pengadaan ribuan armada tersebut.

Dadan menegaskan bahwa pengadaan 21.801 unit motor ini merupakan bagian dari perencanaan anggaran tahun 2025 yang transparan dan sudah direncanakan untuk menjangkau pelosok yang sulit diakses kendaraan roda empat.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung