Berita, Nasional

Sidang Ijazah Jokowi Disorot, Hakim Didesak Hadirkan Pelapor dan Buktikan Dokumen Asli

Repelita.id

16 October 2026 00:25 WIB

Sidang Ijazah Jokowi Disorot, Hakim Didesak Hadirkan Pelapor dan Buktikan Dokumen Asli
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Jalannya persidangan perkara dugaan tindak pidana pencemaran nama baik terkait berkas kelulusan mantan kepala negara kini menuai sorotan tajam netizen.

ADVERTISEMENT

Informasi riil dari ulasan kritik tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @regar_op0sisi pada tanggal 15 Oktober 2026 pukul 12.54 PM.

Melalui draf tulisan di media sosial itu, dilayangkan keluhan mengenai kejanggalan komposisi pemanggilan saksi oleh pihak penuntut umum di muka pengadilan.

"Sidang akal akalan. Jokowi merasa terfitnah karena ijazah UGM nya dikatakan palsu. Melapor ke polisi, dan sekarang yg dituduh memfitnah sedang disidang," tulis akun tersebut mengawali draf narasinya.

Ia mempertanyakan dasar pertimbangan hukum dari majelis hakim yang dinilai tidak mengupayakan pemenuhan pembuktian berkas fisik secara langsung dari pelapor utama.

"Dalam persidangan kenapa yg dijadikan saksi oleh JPU adalah mereka mereka yg jadi buzzer Jokowi? Sementara si Jokowinya ada dan dalam keadaan sehat wal afiat," lanjutnya mempertanyakan independensi peradilan.

Pihak pengunggah menilai absensi dari sang mantan presiden dalam memberikan kesaksian langsung membuat jalannya persidangan terkesan sekadar menjadi sandiwara hukum.

"Kenapa hakim tidak memerintahkan JPU agar menghadirkan Jokowi sebagai saksi pelapor. Terlalu nyata terlihat bahwa persidangan ini hanyalah dagelan yg tujuan utamanya adalah memenjarakan Tifa,sementara ijazah yg jadi pokok perkara tak pernah ditunjukkan," sebutnya mengkritisi draf pembuktian materiil perkara.

Menurut pandangannya, ketidakjelasan mengenai penunjukan fisik dari dokumen yang dipersoalkan tersebut justru berisiko memicu polarisasi sengketa berkepanjangan di tengah masyarakat.

"Si Jokowi telah mengadudomba anak bangsa dengan membuat drama berseri tentang keaslian ijazahnya," demikian tutup akun tersebut mengakhiri rangkaian draf narasi kritisnya di media sosial.

Unggahan mengenai polemik jalannya sidang tuduhan pencemaran ijazah ini pun langsung memancing atensi berupa komentar pedas dan kepasrahan dari netizen lain.

Seorang warganet melayangkan kecaman keras yang menyasar pada pengaruh kekuasaan dari sang mantan kepala negara terhadap jajaran aparat penegak hukum.

"Jokowi seakan2 seorang syetan yang menjelma jadi manusia, bahkan pejabat negara takut sama dia," tulis akun @ultimax_miu menyampaikan pendapatnya di kolom interaksi digital.

Sementara itu, netizen lainnya menyematkan komentar pendek yang merepresentasikan pudarnya optimisme publik terhadap perbaikan sistem keadilan dan kemakmuran nasional.

"Tidak ada obat.. masih percaya indonesia bisa makmur sejahtera?" ungkap akun @norton_py mengekspresikan kekecewaannya di akhir draf perbincangan siber.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok










TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung