Repelita Jakarta - Jalannya persidangan dugaan pemalsuan dokumen kelulusan mantan kepala negara di Pengadilan Negeri Jakarta Timur mengungkap banyak ketidaksesuaian data administratif.
ADVERTISEMENT
Pihak kuasa hukum terdakwa menemukan serangkaian kejanggalan kronologis dalam lembar berkas interogasi yang disusun oleh tim penyidik kepolisian pada masa pemeriksaan awal.
Melalui penayangan informasi dari saluran YouTube Refly Harun, perdebatan ketat menyangkut isi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) diperlihatkan secara transparan kepada publik.
Kuasa hukum terdakwa mempertanyakan validitas administrasi hukum karena adanya perbedaan yang tidak masuk akal antara tanggal pemeriksaan saksi dengan surat perintah penyidikan.
Berdasarkan lembar berkas perkara, saksi tercatat menjalani proses interogasi pada tanggal 21 Mei 2025, sedangkan surat perintah resmi baru diterbitkan tanggal 14 Juli 2025.
Saksi Dian Sandi Utama menanggapi ketidaksesuaian administrasi tersebut dengan menyatakan, “saya tidak mengerti ini birokrasi dari kepolisian bahwa saya dipanggil lalu saya memberikan keterangan yang saya tahu”.
Perdebatan mengenai keabsahan dokumen pembuktian semakin memuncak ketika tim penasihat hukum terdakwa mempertanyakan ketidaksinkronan runtunan waktu pertemuan saksi dengan pejabat terkait.
Saksi memberikan keterangan yang saling bertolak belakang dalam dokumen tertulis karena menyebutkan tanggal pertemuan yang berbeda pada lembar berkas interogasi lanjutan.
Dian Sandi Utama menyatakan dirinya melakukan pertemuan personal dengan pejabat tersebut pada tanggal 22 Mei 2025 di dalam lembar dokumen administratif pertama.
Namun, saksi justru menuliskan tanggal pertemuan yang berbeda, yakni 23 Mei 2025, pada Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tambahan yang dilakukan di kemudian hari.
Ketidakkonsistenan data penanggalan tersebut dinilai pihak pengacara sebagai bukti kecerobohan fatal yang dapat mengaburkan nilai kebenaran materiil di hadapan majelis hakim.
Saksi juga mengakui di bawah sumpah bahwa dirinya belum pernah melihat dokumen kelulusan tingkat tinggi yang asli selama proses penyidikan perkara berlangsung.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok