Repelita Jakarta - Jalannya persidangan di Mahkamah Konstitusi terkait gugatan dokumen pendaftaran Gibran Rakabuming Raka memicu sorotan tajam dari berbagai pihak.
Kanal YouTube Sentana TV mengulas dinamika hukum tersebut bersama Kolonel Purnawirawan Sri Raja Sacandra.
ADVERTISEMENT
Michael Sinaga selaku pemandu acara menyebutkan bahwa persidangan baru berjalan dua kali namun kehebohannya sudah luar biasa di tengah masyarakat.
Sri Raja Sacandra mengungkapkan pandangan pesimisnya terhadap penegakan hukum dan memprediksi putusan hakim akan segera diumumkan.
Ia menilai ada kekhawatiran bahwa sikap kooperatif Mahkamah Konstitusi justru menjadi jebakan hukum demi melegitimasi posisi Gibran hingga tahun 2029.
Menurutnya, apabila gugatan ini ditolak, maka tidak akan ada lagi pihak yang bisa menggugat keabsahan ijazah tersebut di masa mendatang.
Pernyataan tersebut merujuk pada prinsip bahwa keputusan Mahkamah Konstitusi bersifat final dan berada di tingkat tertinggi yang tidak bisa dibanding lagi.
Diskusi tersebut juga menyoroti keabsahan dokumen penyetaraan yang dinilai berbeda dari format surat keterangan yang diterbitkan kementerian pada umumnya.
Sri Raja Sacandra juga menyinggung latar belakang beberapa hakim dan jalannya pembuktian terkait dokumen lembaga pendidikan UTS Insearch asal Australia.
Selain kasus di Mahkamah Konstitusi, perbincangan di kanal tersebut turut mengaitkannya dengan perkara hukum lain yang sedang berjalan di pengadilan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok