Berita, Nasional

Silmy Karim: Presiden Prabowo Instruksikan Pembangunan Mega Prison Atasi Over Kapasitas Lapas Nasional

Repelita.id

21 May 2026 16:47 WIB

Silmy Karim: Presiden Prabowo Instruksikan Pembangunan Mega Prison Atasi Over Kapasitas Lapas Nasional
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Otoritas eksekutif tertinggi menyusun rencana strategis pembangunan fasilitas penahanan skala masif guna mengatasi masalah kepadatan berlebih yang telah membebani sistem hukum pidana nasional sepanjang beberapa dekade.

Langkah tersebut diambil menyusul adanya pemisahan struktur kelembagaan imigrasi dan pemasyarakatan menjadi kementerian mandiri agar proses penganggaran infrastruktur pembinaan dapat berjalan optimal.

ADVERTISEMENT

Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim, mengonfirmasi instruksi langsung dari Kepala Negara terkait proyek penambahan kapasitas hunian warga binaan tersebut.

Penegasan mengenai misi khusus perbaikan sistem pemasyarakatan tersebut dipaparkan dalam forum dialog Keren Cadas yang disiarkan oleh saluran YouTube resmi @ReflyHarun.

Dalam kesempatan itu, mantan Direktur Utama Krakatau Steel tersebut menjabarkan rencana besar pembangunan kompleks rumah tahanan berdaya tampung tinggi sesuai dengan arahan istana.

Terkait dengan instruksi percepatan perluasan area pemasyarakatan sejak awal pembentukan kabinet baru, beliau menyatakan bahwa "Mega Prison Iya Sudah dianggarkan kapasitasnya itu ee hampir 10.000 Hm Itu dalam ee satu lokasi Iya Nah itu salah satu arahan daripada Bapak Presiden Prabowo ketika pertama kali ee menyampaikan kepada kami ee ketika dipanggil di Kartanegara".

Beban operasional lembaga pemasyarakatan saat ini dilaporkan telah melampaui batas psikologis hunian normal dengan persentase lonjakan jumlah tahanan mencapai lebih dari lima puluh persen.

Kondisi tersebut menuntut adanya terobosan hukum dari jajaran kehakiman serta kepolisian agar tidak terlalu mudah menjatuhkan sanksi penahanan fisik terhadap kasus-kasus pidana ringan.

Ia memaparkan tren penurunan jumlah warga binaan hasil dari kebijakan pemberian pengampunan massal tahap pertama dengan menjabarkan situasi bahwa "di awal pemerintahan itu warga binaan tuh sekitar 278.000 Saat ini itu sekarang sudah 272.000 Oke ya Jadi kurang kurang 6.000 Kurang 6.000 agak lumayan".

Di sisi lain, sang wakil menteri menegaskan komitmen pribadinya untuk senantiasa menempatkan posisi diri secara proporsional dan menghormati garis komando struktural di bawah kepemimpinan menteri.

Langkah komunikasi publik diatur secara ketat agar popularitas pembantu presiden tidak melampaui marwah pejabat utama demi menjaga kondusivitas jalannya roda birokrasi pemerintahan.

Ia mengungkapkan prinsip etika jabatan serta wejangan moral yang diperolehnya dari perwira senior kementerian terdahulu dengan berujar bahwa "Saya dikasih 1 jam kuliah bagaimana menjadi wamen yang baik Kalau jalan jangan boleh Oh saya tahu itu orangnya itu i kan orangnya pasti yang pernah jadi wamen Kementerian Pertanan Jadi kalau misalnya kayak diwawancara ataupun juga e jadi pembicara itu saya menghindari Hm Saya enggak boleh lebih ngetop daripada pimpinan saya".

Implementasi program pemasyarakatan ke depan diarahkan untuk mengadopsi perspektif hak asasi manusia guna memastikan para pelanggar hukum mendapatkan bekal keahlian yang produktif.

Sistem pembinaan moral dan spiritualitas terus diperkuat agar para mantan narapidana memiliki kesiapan mental yang matang sebelum sepenuhnya kembali berintegrasi ke tengah masyarakat luas.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung