Berita, Nasional

Skenario Penyelamatan Jokowi: Persidangan Kasus Ijazah Palsu Diduga Akan Dihentikan Sebelum Masuk Pokok Perkara

Repelita.id

14 July 2026 22:56 WIB

Skenario Penyelamatan Jokowi: Persidangan Kasus Ijazah Palsu Diduga Akan Dihentikan Sebelum Masuk Pokok Perkara
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Isu adanya upaya sistematis untuk menghindari kehadiran mantan Presiden Joko Widodo dalam persidangan kasus dugaan ijazah palsu di Pengadilan Negeri Jakarta Timur kembali mencuat ke publik.

Koordinator Non Litigasi Tim Advokasi Anti Kriminalisasi Akademisi dan Aktivis, Ahmad Khozinudin, menduga telah dirancang skenario khusus agar mantan orang nomor satu di Indonesia tersebut tidak perlu bersaksi di muka hakim.

ADVERTISEMENT

Kecurigaan ini muncul setelah tim advokasi mencermati isi dakwaan yang dianggap tidak jelas serta munculnya langkah praperadilan yang dinilai sangat mendadak.

Khozinudin mengklaim pihaknya telah mengantongi informasi terkait adanya kesepakatan tertutup antara oknum-oknum tertentu dengan pihak yang berafiliasi dengan kubu Solo.

Ia memaparkan dugaannya mengenai rencana tersebut:

Informasi yang kami himpun, ada kesepakatan jahat pengkhianat yang berkompromi dengan kubu Solo.

Menurutnya, skema ini dijalankan dengan tujuan agar sidang dihentikan pada fase eksepsi melalui upaya pengguguran status tersangka.

Jika skenario ini berjalan mulus, maka pokok perkara tidak akan pernah diperiksa secara mendalam sehingga kehadiran mantan presiden pun menjadi tidak relevan.

Ia menyatakan kekecewaannya atas arah persidangan yang berpotensi antiklimaks tersebut:

Maka selamatlah Jokowi dan rakyat menjadi kehilangan tujuan. Kasus ijazah ini, akan selamanya menjadi aib sejarah republik.

Khozinudin khawatir publik akan terbuai dengan kemenangan semu tanpa pernah mengetahui kebenaran materiil dari sangkaan ijazah yang selama ini menjadi polemik panjang.

Ia menilai proses hukum yang tidak sampai pada pembuktian pokok perkara hanya akan menyisakan tanya dan memperpanjang keterbelahan opini di tengah masyarakat.

Terkait upaya mencari aman oleh oknum tertentu, Khozinudin memberikan kritikan pedas:

Lagi-lagi kebisingan rakyat yang bertahun-tahun terbelah karena masalah ijazah tak pernah akan tamat. Karena tak ada persidangan yang mengadili pokok perkara.

Pihaknya menyoroti adanya kecenderungan membangun narasi pembelaan diri ketimbang fokus pada upaya tuntaskan kebenaran yang selama ini diperjuangkan rakyat.

Khozinudin menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa perjuangan mereka selama ini ditujukan untuk keadilan, bukan sekadar kepentingan politik segelintir orang.

Ia memberikan pesan terakhirnya:

Mereka lupa bahwa selama ini rakyat membersamai perjuangan karena ingin menuntaskan kasus ijazah, bukan cuma mau menyelamatkan orang tertentu. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung