Repelita Jakarta - Sebuah spekulasi politik muncul terkait posisi pengamat politik senior Rocky Gerung yang kini berada di dalam jajaran pemerintahan nasional.
Langkah sang akademisi dicurigai memiliki misi terselubung untuk melemahkan posisi Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dari dalam sistem eksekutif.
ADVERTISEMENT
Dugaan tersebut dilayangkan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional Solidaritas Pemuda Desa, Fadli Rumakefing, pada 10 Oktober 2026.
Informasi tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @tijabar menyusul kritik tajam yang dilontarkan di ruang digital baru-baru ini.
Fadli merespons pernyataan keras sang pengamat dalam tayangan podcast Akbar Faizal pada hari Kamis, 8 Oktober 2026, yang mendesak sang wakil presiden mundur.
Ia menilai status Rocky sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden membuat setiap opini yang disampaikan di ruang publik tidak bisa dilepaskan dari jabatannya.
Menurutnya, tindakan tersebut tidak selaras dengan nilai moralitas dan etika publik yang selama ini sering digaungkan oleh sang akademisi di berbagai kesempatan.
Ia mengingatkan bahwa duet kepemimpinan nasional saat ini merupakan satu kesatuan mutlak yang telah sah dipilih oleh rakyat melalui mekanisme pemilihan umum.
Kendati melontarkan kecurigaan yang mendalam, pihak Solidaritas Pemuda Desa sendiri mengakui belum memiliki bukti kuat untuk mendasari tuduhan tersebut.
Pernyataan kontroversial ini langsung menuai beragam reaksi spontan serta komentar sinis dari para pengguna platform media sosial X.
Seorang warganet mempertanyakan eksistensi serta latar belakang dari organisasi kepemudaan yang mendadak melayangkan pembelaan tersebut.
Pertanyaan tersebut ditulis oleh akun @RidNgemil lewat komentarnya, "Apaan pula itu solidaritas pemuda desa? Apanya jokowi nih ormas?"
Sementara itu, netizen lain menilai kritik dari dalam kabinet merupakan hal yang wajar dan menjadi hak sepenuhnya dari sang kepala negara.
Tanggapan menohok disampaikan oleh akun @RNaaliMaliki yang menuliskan opini, "Itu Hak Prerogratif Presiden kenapa kau cemas Pengikut Jokowi dan Gibran ini Bodok semua cara pikirnya ya... makanya susah di beri pemahaman"
Silang pendapat mengenai posisi dan fungsi para penasihat di lingkaran istana ini terus bergulir di tengah sorotan tajam publik terhadap dinamika politik kabinet baru.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Ketua Umum DPN Solidaritas Pemuda Desa (Speda), Fadli Rumakefing, mencurigai Rocky Gerung sengaja ditempatkan dalam lingkaran kekuasaan untuk menyerang Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dari dalam pemerintahan. Fadli menanggapi pernyataan Rocky Gerung di podcast Akbar Faizal (Kamis, 8 Oktober 2026) yang meminta Gibran mundur dari jabatan wakil presiden. Fadli curiga Rocky mungkin dipasang untuk menyerang Gibran dari dalam sistem kekuasaan eksekutif. Menurut Fadli, sebagai pejabat publik (anggota Wantimpres), setiap pernyataan Rocky di ruang publik melekat pada jabatannya. Ia menekankan bahwa Prabowo-Gibran adalah satu kesatuan pasangan pemimpin nasional yang dipilih melalui pemilu. Fadli juga menilai pernyataan Rocky bertolak belakang dengan citranya yang sering berbicara soal moral dan etika, karena dianggap tidak etis menyerang Gibran secara terbuka. Namun, kecurigaan Fadli ini belum disertai bukti. (Diki Trianto https://t.co/ATp8UaWOwy)
— t°Jabar (@tijabar) October 10, 2026