Berita, Hukum

Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator, Klaim Akan Bongkar Keterlibatan Tokoh Eksekutif dan Legislatif di Skandal MBG Nasional

Repelita.id

05 June 2026 12:30 WIB

Sony Sonjaya Siap Jadi Justice Collaborator, Klaim Akan Bongkar Keterlibatan Tokoh Eksekutif dan Legislatif di Skandal MBG Nasional
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Sony Sonjaya, menyatakan kesediaan untuk menjadi justice collaborator dalam kasus korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis.

Keputusan tersebut diambil tersangka setelah menjalani pemeriksaan oleh penyidik Kejaksaan Agung pada Kamis (4/6/2026).

ADVERTISEMENT

Melalui kuasa hukumnya, Krisna Murti, Sony berkomitmen membantu penegak hukum membongkar praktik rasuah tersebut secara menyeluruh hingga ke akarnya.

Pak Sony menyatakan siap menjadi Justice Collaborator, tekad ini sudah dituangkan dalam BAP di Kejaksaan, ujar Krisna saat dihubungi pada Kamis (4/6/2026).

Purnawirawan jenderal polisi itu mengklaim memiliki banyak informasi mengenai keterlibatan tokoh-tokoh penting di level eksekutif maupun legislatif.

Menurut klien saya, yang jelas melibatkan tokoh-tokoh dari kalangan eksekutif dan legislatif. Klien saya siap buka semuanya, kata Krisna menambahkan.

Pihak pengacara akan segera melayangkan permohonan resmi kepada pihak kejaksaan agar status tersebut dapat segera diproses guna transparansi kasus.

Pada waktunya nama-nama tokoh yang terlibat akan kita buka di pengadilan. Ini adalah itikad baik dari Pak Sony agar kasusnya transparan, ucapnya.

Sebelumnya, kejaksaan menetapkan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana bersama Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka kasus pengadaan barang dan jasa.

Direktur Penyidikan Jampidsus, Syarief Sulaeman Nahdi, menyebut para tersangka melakukan intervensi terhadap Pejabat Pembuat Komitmen dalam penyusunan Kerangka Acuan Kerja.

Saudara DH bersama-sama dengan saudara SS dan saudara LP dalam melakukan proses pengadaan baik barang dan jasa di BGN secara melawan hukum, ujar Syarief, Rabu (3/6/2026).

Intervensi tersebut mengakibatkan adanya penggelembungan harga serta ketidaksesuaian operasional dalam pelaksanaan program makan bergizi bagi masyarakat.

Adanya mark up harga pengadaan sehingga terjadi kerugian yang tidak mendukung operasional pelaksanaan MBG, ungkap Syarief.

Terkait tuduhan awal, Sony sempat membantah terlibat dalam jual beli titik lokasi layanan gizi dan berani bersumpah di atas Al-Qur'an.

Demi Allah saya tidak pernah menjual titik. Kadang-kadang ngomong gini saya bilang, sini tolong bawa Al-Qur'an 30 simpan di atas kepala saya, saya berani bersumpah, tegas Sony.

Ia mengaku telah mencium praktik mafia tersebut sejak lama namun memilih fokus menyelesaikan target operasional dapur terlebih dahulu.

Saya sudah mulai mendengar itu di sini jual menjual titik harganya sekian ratus juta, sudah banyak yang kirim-kirim saya punya ini berapa bukti, ada bukti percakapan, ada bukti transfer-transfer, tuturnya.

Selain itu, pasca dicopot dari jabatan, Sony sempat mengunggah surat untuk Kepala BGN baru, Nanik S Deyang, melalui akun Instagram pribadinya https://www.instagram.com/sonysonjayabd pada Rabu (3/6/2026).

Kepada Yth: Ibu Nanik S Deyang. Selamat atas jabatan baru sebagai Kepala BGN. Terima kasi atas hadiah indah yang diberikan kepada saya, tulisnya dalam unggahan tersebut. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung