Repelita [Jakarta] - Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu, memberikan sorotan tajam terhadap insiden gangguan listrik masif atau blackout yang melanda Pulau Sumatera baru-baru ini.
Melalui akun media sosial X miliknya pada Senin, 25 Mei 2026, ia menyatakan bahwa peristiwa pemadaman tersebut bisa menjadi indikator adanya permasalahan mendasar di tubuh perusahaan listrik negara.
ADVERTISEMENT
“Ke jadian padamnya listrik (Blackout) di Sumatera bisa jadi titik awal masalah PLN yang mulai terbuka,” tulis Said Didu dalam unggahannya yang dapat diakses di @msaid_didu
Ia menengarai bahwa musibah tersebut dipicu oleh minimnya pembangunan infrastruktur kelistrikan yang dilakukan pihak pengelola selama kurun waktu sepuluh tahun belakangan.
“Penyebabnya diduga karena berkurangnya secara drastis pembangunan infrastruktur oleh PLN selama 10 tahun terakhir. Ini perlu langkah ‘darurat’ agar kejadian tersebut tidak meluas ke daerah lain,” lanjutnya.
Kekhawatiran tersebut disampaikan sebagai bentuk peringatan dini agar otoritas terkait segera mengambil tindakan preventif guna menjamin stabilitas pasokan energi secara nasional.
Pernyataan ini muncul di tengah tingginya keresahan masyarakat atas keandalan pelayanan listrik yang dianggap semakin tidak menentu di berbagai wilayah. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok