Berita, Nasional

SPPG Karanganyar Tarik 3 Ribu Porsi Makan Bergizi Gratis Usai Temukan Olahan Ayam Tidak Layak

Repelita.id

13 August 2026 21:18 WIB

SPPG Karanganyar Tarik 3 Ribu Porsi Makan Bergizi Gratis Usai Temukan Olahan Ayam Tidak Layak
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pengawasan ekstra ketat terhadap seluruh pemasok bahan baku pangan bakal diterapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Desa Jati, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar.

Langkah preventif ini diambil menyusul keputusan darurat untuk membatalkan porsi makanan yang terindikasi sudah tidak aman untuk dimakan.

ADVERTISEMENT

Ketua SPPG Jati, Abra Yudha Raya, menyatakan bahwa seleksi kriteria bahan mentah dari para vendor akan diperketat secara menyeluruh.

"Dengan kejadian ini, kami akan memperketat lagi pemilihan bahan makanan dari supplier," kata Abra, Kamis (13/8/2026).

Pihak pengelola mengklaim selalu menjalankan instruksi kerja sesuai ketentuan operasional, termasuk kewajiban mencicipi masakan sebelum didistribusikan.

Sesi pengarahan internal juga rutin diselenggarakan demi menjamin kualitas nutrisi yang disajikan bagi para murid sekolah.

"Semua langkah selalu kita lakukan, kita selalu briefing, dari masak hingga penyajiannya. Yang penting untuk siswa aman dulu," kata dia.

Insiden berawal saat penanggung jawab pengelola gizi mengalami mual hebat hingga muntah berkali-kali usai menguji sampel olahan daging.

Sebanyak 3.000 porsi sajian Makan Bergizi Gratis terpaksa dibatalkan penyerahannya usai ditemukan kejanggalan pada aroma serta rasa ayam rempah.

Keputusan penghentian total diambil tanpa kompromi demi mencegah risiko gangguan kesehatan bagi ribuan siswa penerima manfaat.

“Saya terdampak. Tadi itu sampai tiga kali. Enggak diare, cuma muntah saja, sehingga kami tarik semua,” kata Abra, Rabu (12/8/2026).

Sesuai prosedur baku, penanggung jawab bersama panitia penguji mencicipi setiap ragam masakan sebelum jadwal pengiriman dimulai.

Rasa aneh pada lauk ayam tersebut memicu reaksi fisik seketika sehingga investigasi dapur langsung digelar.

"Saya langsung ke dapur, saya cicipi yang rusak itu, yang terindikasi tidak layak. Saya cicipi sendiri dan rekan-rekan juga nyicipi," ujarnya.

Sinyal bahaya dari uji organoleptik tersebut menjadi acuan utama penghentian mendadak seluruh armada pengantar makanan.

"Kami tarik hari ini karena olahan daging ayam untuk MBG yang kurang layak konsumsi," kata Abra.

Dapur penyedia di Dusun Pundungrejo awalnya menyiapkan 3.000 porsi untuk pasokan harian para siswa di wilayah tersebut.

Sekitar 1.000 paket sempat dibawa armada pengangkut, sementara 2.000 porsi sisa yang masih tersimpan di dapur langsung disita.

Imbas penarikan mendadak ini membuat 94 murid SDN 2 Jati batal menyantap paket MBG harian mereka.

Mobil pengantar yang tiba pukul 08.00 WIB dilarang menurunkan muatan dan diminta membawa kembali seluruh box makanan ke markas penyedia.

Tenaga pengajar SDN 2 Jati, Roni, membenarkan perihal pembatalan mendadak jatah konsumsi para siswanya tersebut.

"Hari ini, anak-anak kami di SDN 02 Jati tidak menerima menu MBG, karena hidangannya ditarik oleh pihak SPPG," kata Roni, Rabu (12/8/2026).

Petugas pengantar tidak sempat menurunkan satu pun paket makanan dari mobil penyuplai karena instruksi pembatalan dari pusat.

"Kendaraan yang bawa MBG itu sudah datang, namun belum sampai diturunkan, MBG itu ditarik kembali," kata dia. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung