Berita, Nasional

Sufmi Dasco Sebut Isu Dirinya Gantikan Gibran Jadi Wapres Hoaks Pengalihan Kasus Penyadapan

Repelita.id

06 November 2026 14:03 WIB

Sufmi Dasco Sebut Isu Dirinya Gantikan Gibran Jadi Wapres Hoaks Pengalihan Kasus Penyadapan
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Kabar burung mengenai adanya pergantian posisi pada pucuk kepemimpinan nasional di tingkat lembaga kepresidenan dibantah secara keras.

ADVERTISEMENT

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad memberikan pernyataan tegas guna menepis spekulasi yang saat ini tengah bergulir di tengah masyarakat.

Langkah penegasan tersebut diambil demi meluruskan simpang siur mengenai kedudukan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam struktur pemerintahan yang sah.

Informasi tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @akbarfaizal_uncensored pada November 2026.

Melalui saluran komunikasi digital tersebut, Dasco menolak rumor yang menyebutkan dirinya akan didapuk menjadi pejabat pengganti wakil presiden.

Ketua Harian DPP Partai Gerindra tersebut memandang desas-desus yang beredar sengaja diembuskan oleh pihak tertentu sebagai bagian dari taktik politik.

Ia secara lugas mengaitkan peredaran kabar hoaks tersebut dengan upaya sistematis untuk menutup persoalan hukum lain yang jauh lebih krusial.

Menurutnya, isu pergantian jabatan itu sengaja dirancang demi mengalihkan sorotan publik dari skandal spionase berskala besar di lingkungan Istana Negara.

Persoalan utama yang dimaksud ialah kasus perekaman pembicaraan secara tidak sah yang menyasar lingkaran komunikasi internal milik Presiden Prabowo Subianto.

Pihak pimpinan legislatif tersebut mengimbau agar masyarakat luas tetap jernih serta fokus mengawal jalannya proses hukum atas perkara spionase ilegal tersebut.

Tindakan manipulasi informasi berupa pengalihan isu dinilai dapat melemahkan upaya pembongkaran jaringan kejahatan siber yang tengah diusut aparat kepolisian.

Informasi mengenai sanggahan terhadap rumor pergantian posisi kepemimpinan ini pertama kali tersebar melalui laporan yang dirilis oleh portal berita nasional.

Saluran media siber komparatif tersebut menyiarkan laporan mendalam mengenai posisi resmi fraksi partai penguasa dalam menyikapi gangguan stabilitas politik tanah air.

Publik mengharapkan adanya langkah transparansi dari pemerintah serta DPR dalam mengusut tuntas motif di balik operasi intelijen gelap tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung