Berita, Nasional

Survei SMRC: Kepuasan publik atas kinerja Prabowo turun 30%

Repelita.id

26 July 2026 18:58 WIB

Survei SMRC: Kepuasan publik atas kinerja Prabowo turun 30%
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Hasil riset terbaru lembaga survei saiful mujani research and consulting menunjukkan anjloknya tingkat kepuasan masyarakat terhadap kepemimpinan kepala negara.

Angka penerimaan publik tercatat merosot drastis dari delapan puluh satu koma dua persen pada akhir tahun lalu menjadi lima puluh satu koma satu persen di pertengahan tahun ini.

ADVERTISEMENT

Direktur eksekutif lembaga tersebut deni irvani menyampaikan bahwa penyusutan perolehan angka kepuasan tersebut terjadi dalam rentang waktu sembilan bulan terakhir.

"Dalam survei Juli ini sekarang kita peroleh 51,1%. Artinya merosotnya sekitar 30 poin (30%) dalam sekitar 9 bulan. Penurunannya bisa dikatakan cukup tajam," kata Deni dalam pemaparannya.

Lonjakan kelompok masyarakat yang menyatakan rasa ketidakpuasan turut membengkak secara signifikan dari angka awal belasan persen menuju hampir separuh total responden.

Faktor utama anjloknya kepercayaan publik ini diinyalir bersumber dari kian memburuknya pandangan warga terhadap sektor perekonomian, stabilitas politik, serta bidang keadilan hukum.

Mayoritas warga kini menganggap situasi finansial negara berada dalam kategori buruk akibat tekanan biaya hidup yang semakin menghimpit keseharian.

Aspek stabilitas politik nasional turut menyumbang rapor merah karena sebagian besar masyarakat merasa situasi perpolitikan tanah air berjalan ke arah keliru.

Kondisi penegakan supremasi hukum tak luput dari sorotan tajam publik lantaran kian sedikit warga yang merasakan adanya keadilan objektif di lapangan.

"Hanya 13,5 % publik yang menilai kondisi politik nasional sekarang baik atau sangat baik, sementara yang menilai buruk atau sangat buruk jauh lebih besar, 42,8 %," kata Deni dalam keterangannya.

Perolehan data tersebut dihimpun melalui metode wawancara telepon serta tatap muka terhadap ratusan sampel pemilih sah yang tersebar di berbagai wilayah.

"Hanya 26,4 % publik yang memiliki persepsi positif (baik atau sangat baik) atas penegakan hukum secara umum sekarang. Sementara yang memiliki persepsi negatif (buruk atau sangat buruk) lebih banyak, yakni 37,6 %," ungkap Deni.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung