Berita

Susi Pudjiastuti Desak Prabowo Perintahkan TNI Amankan Laut Natuna Utara dari Kapal Asing

Repelita.id

24 August 2026 23:45 WIB

Susi Pudjiastuti Desak Prabowo Perintahkan TNI Amankan Laut Natuna Utara dari Kapal Asing
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti melayangkan desakan tegas kepada Presiden Prabowo Subianto terkait pengamanan kedaulatan laut Indonesia.

Melalui akun X @susipudjiastuti pada 24 Agustus 2026 pukul 4.25 PM, Susi meminta aparat militer segera turun tangan menghalau kapal asing di wilayah utara.

ADVERTISEMENT

"Pak Presiden @prabowo Perintahkan TNI AL & TNI AU untuk segera mengamankan Laut Natuna Utara," tulis akun @susipudjiastuti.

Seruan tersebut diunggah Susi saat merespons laporan dugaan pencurian ikan yang masih marak dilakukan oleh armada perikanan Vietnam.

Unggahan itu lantas memicu beragam komentar dari pengguna platform X yang merindukan tindakan tegas pemerintah.

"Kangen quotes TENGGELAMKAN. Perasaan alokasi anggaran Kementerian Pertahanan kedua terbesar di 2026 ini ada juga beli beli alustita ko perbatasan ngga keurus kaya gini," tulis akun @RavelAkasaki.

Dukungan atas penindakan keras terhadap kapal ilegal turut disuarakan oleh warga net lainnya.

"Iya nich pak Prabowo... Kerahkan dan tenggelamkan seperti zaman Bu @susipudjiastuti .. kerahkan aparat laut ambil tindakan tegas bukan hanya menangkap tetapi tenggelamkan. Kalo hanya di tangkap mereka tidak akan jera," tulis akun @hidayat0214.

Sebaliknya, beberapa komentar melancarkan kritik tajam terhadap fokus pengamanan perbatasan saat ini.

"mana berani? beraninya sama rakyat tak berdaya dan pake aparat buat intimidasi pula, peras rakyat terus!! ingat neraka jahanam menanti anda kelak. Itupun kalo anda percaya pada Allah SWT dan hari akhir," tulis akun @Wonokromo_P.

Nada sindiran mengenai pengalihan fokus kegiatan aparat keamanan juga ramai menghiasi kolom komentar.

"Maaf bu Susi, Laut Masih fokus nanem kedelai," tulis akun @prabukresna88.

Sindiran serupa turut disampaikan warganet lain terkait kesiapan tindakan di lapangan.

"Biasanya kl biji satu cm gertaknya doang yg keras," tulis akun @kienkienkoe.

Kritik atas kebijakan kerja sama bilateral dengan negara tetangga juga diungkapkan oleh pengguna sosial media.

"Bodohnya lagi pemerintah bekerjasama dengan negara yang mengklaim laut Natuna utara, ironis, nelayan China Vietnam perlu di tenggelamkan, Bu maju lagi," tulis akun @kusuumagusti.

Warganet lain menyampaikan pandangan skeptis terkait gaya kepemimpinan dalam merespons masukan publik.

"Prabowo gak akan maj dengar cakap atau masukan dari perempuan, kalau cakap anak muda yg ganteng dan gagah pasti di dengarkan," tulis akun @Indouncensored.

Sementara itu, komentar bernada kelakar melayangkan alasan unik atas keberadaan kapal asing tersebut.

"orang vietnam itu kan cuma menangkap ikan mereka sendiri yg lari ke laut indonesia,bu..." tulis akun @spot_only8.

Kekecewaan atas pengelolaan sumber daya alam nasional turut diluapkan oleh warga net.

"Negara super pekok...di pemerintahan korupsi,di sda dicuri negara lain...njuk rakyatnya dapat apa..." tulis akun @pak_yeha.

Sindiran terhadap latar belakang kepemimpinan nasional juga disampaikan di kolom balasan.

"Gini jadinya kalau pecatan TNI masih main tentara2n," tulis akun @TFimob232522.

Penggunaan personel militer untuk program non-pertahanan tak luput dari sorotan publik.

"kocak bgt bu susi, org loreng lagi nanem jagung sama singkonh," tulis akun @lepasalmamater.

Pandangan senada mengenai pergeseran tugas pokok militer kembali ditegaskan oleh pengguna X lainnya.

"percuma, bu....fokus tentara kita skrg tuh ngurusin MBG, kopdes, bertani dan beternak dan jadi alat persiapan pemilu," tulis akun @Ama_xxii.

Respons bernada kepasrahan atas pengawasan wilayah terluar menjadi penutup riuk komentar netizen.

"Biarin aja bu, sekalian natuna biar gabung vietnam aja. Ngapain di indonesia juga ngak di urus cuma di pajakin doang," tulis akun @dederadio69.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Mabes TNI maupun Istana Negara terkait desakan pengamanan tersebut. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung