Repelita Jakarta - Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Syahganda Nainggolan memberikan penjelasan resmi terkait peredaran potongan video lamanya yang memuat pernyataan agar Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka diganti.
Pernyataan kliping digital tersebut kembali viral di tengah publik setelah ditayangkan melalui kanal YouTube Refly Harun pada tanggal 3 Oktober 2026.
ADVERTISEMENT
Syahganda tidak menampik substansi kalimat yang pernah ia ucapkan dalam rekaman perbincangannya bersama pakar hukum tata negara tersebut.
Kendati demikian, ia menegaskan bahwa diskursus itu direkam jauh hari sebelum dirinya secara resmi mengemban tugas negara di dalam struktur pemerintahan.
"Memang dulu saya begitu, di luar sistem pemerintahan," ujar Syahganda saat memberikan keterangan di Kantor Bakom, Jakarta, pada hari Selasa, 6 Oktober 2026.
Ia memperkirakan sesi perbincangan tersebut diambil sekitar dua pekan hingga satu bulan sebelum dirinya dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto.
Pelantikan dirinya sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah sendiri dilangsungkan pada tanggal 2 Oktober 2026 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 106/P Tahun 2026.
Selepas resmi bergabung ke dalam gerbong kekuasaan eksekutif, ia menyatakan posisi serta sudut pandangnya telah mengalami penyesuaian yang sejalan dengan haluan istana.
"Tapi di dalam sistem pemerintahan, otomatis saya harus sejalan dengan Bapak Presiden," kata Syahganda.
Ia menambahkan bahwa posisinya saat ini menuntut keselarasan penuh antara presiden dan wakil presiden sebagai satu kesatuan kepemimpinan nasional.
"Saya ini kan pemerintah. Saya pemerintah, Presiden dan Wakil Presiden satu pikiran, ya kan? Dan kita menjalankan, gitu. Intinya di situ," pungkasnya. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok