Berita, Timur Tengah

Takut diserang milisi pro-Iran, Houthi kapal induk AS kelilingi Afrika untuk sampai ke Timur Tengah

Repelita.id

14 April 2026 22:44 WIB

Takut diserang milisi pro-Iran,  Houthi  kapal induk AS kelilingi Afrika untuk sampai ke Timur Tengah
Foto: Istimewa

Repelita Washington DC - Kapal induk Amerika Serikat USS George H.W. Bush beserta kapal pengawalnya berlayar mengelilingi Afrika bagian selatan di tengah pelaksanaan blokade angkatan laut AS di Selat Hormuz, sebuah manuver yang diambil untuk menghindari Laut Merah dan Bab el-Mandeb guna mengantisipasi kemungkinan serangan dari kelompok Houthi di Yaman .

Demi alasan keamanan, kapal induk tersebut tidak melintasi Selat Gibraltar menuju Laut Mediterania yang biasanya menjadi jalur umum bagi kapal induk berbasis Pantai Timur AS menuju Timur Tengah, dan kini bersiap bergabung dengan kekuatan angkatan laut yang terus bertambah di Laut Arab .

ADVERTISEMENT

Sebelumnya pada hari yang sama, Komando Pusat AS (CENTCOM) mulai memberlakukan blokade di jalur perairan Selat Hormuz sebagai tindak lanjut dari arahan Presiden Donald Trump setelah perundingan antara Washington dan Teheran gagal mencapai kesepakatan .

Pada Sabtu, 11 April 2026, Iran dan Amerika Serikat memulai pembicaraan di Islamabad, Pakistan setelah Trump mengumumkan telah mencapai kesepakatan dengan Teheran terkait gencatan senjata selama dua pekan .

Namun pada Ahad, 12 April 2026 pagi, Pemimpin Delegasi AS sekaligus Wakil Presiden J.D. Vance menyatakan bahwa Iran dan Amerika Serikat gagal mencapai kesepakatan dalam perundingan tersebut dan delegasi AS akan kembali tanpa hasil .

Pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil .

Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri .

Kelompok Houthi yang berbasis di Yaman diketahui telah berulang kali melancarkan serangan drone dan rudal terhadap kapal-kapal AS di Laut Merah pada tahun 2024 dan 2025, sehingga menjadi pertimbangan utama AS untuk mengalihkan jalur pelayaran kapal induknya .(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung