Berita, Nasional

Takut Lumpuh dan Dimarahi Dokter Singapura, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Adriansyah

Repelita.id

24 July 2026 15:46 WIB

Takut Lumpuh dan Dimarahi Dokter Singapura, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Adriansyah
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Pengacara kondang hotman paris hutapea membagikan potret terkininya lewat akun media sosial Instagram/@hotmanparisofficial pada jumat, 24 juli 2026, setelah memutuskan melepas status sebagai penasihat hukum mantan pejabat kejaksaan agung febrie adriansyah.

Unggahan tersebut memperlihatkan dirinya sedang berbaring mengenakan pakaian khusus pasien di sebuah rumah sakit kawasan singapura serta duduk di atas kursi roda.

ADVERTISEMENT

Keputusan mundur dari tim hukum tersebut diambil karena sang advokat mendapat kemarahan dari tenaga medis yang menangani kondisi kesehatannya.

"Besok subuh saya akan terbang ke Singapura. Itu yang pertama. Jadi dokter sana sudah marah-marah kenapa kerja gitu lho," kata dia saat ditemuk di Rumah Sakit Medistra, Kamis (23/7/2026).

Pria berusia paruh baya itu diketahui menderita gangguan saraf kejepit di bagian punggung sejak bulan mei lalu akibat aktivitas harian yang padat.

Berbagai upaya pengobatan alternatif sempat dicoba mulai dari pijat tradisional hingga mendatangi fasilitas kesehatan lokal sebelum akhirnya memutuskan naik meja operasi.

Tindakan bedah tersebut terlaksana pada awal bulan juli tepat sebelum kliennya menyandang status tersangka dalam perkara dugaan rasuah.

Kendati dokter mewajibkan waktu istirahat panjang, ia nekat meninggalkan tempat perawatan lebih cepat demi kembali melanjutkan aktivitas hukum.

"Dan akhirnya dioperasi dibius total, dua malam opname. Harusnya empat malam opname, tapi seperti biasa aku raja bandel, baru dua malam aku kabur ke Hilton Hotel di Singapura, padahal dokter-dokternya marah, enggak boleh," tutur dia.

Rasa sakit pada area pinggangnya kembali mendera usai mendampingi pemeriksaan klien sehingga memaksanya mengambil langkah mundur secara resmi.

Kliennya sempat meminta agar keputusan pengunduran diri tersebut dipikirkan kembali namun kondisi fisik tidak memberi toleransi.

"Tapi kalau begini gua enggak bisa lagi karena dokter Singapura pun sudah marah-marah gitu loh, 'Why you work?' gitu loh," ujar dia.

Pendampingan hukum selanjutnya diserahkan sepenuhnya kepada rekan sejawat termasuk mantan anak buahnya yang juga senior di bidang kejaksaan.

"Kan ada pengacaranya Pak Farizi, ada. Itu pensiunan jaksa senior itu. Tapi memang dulu pernah kerja sama gue juga, pernah anak buah saya. Dan ada tim lain," ungkap dia.

Ketakutan akan ancaman kelumpuhan membuat sang pengacara memilih fokus total terhadap proses penyembuhan medis di luar negeri.

"Saya udah bilang ke dia, saya karena kondisi kesehatan yang bisa parah, ya udah saya memberitahukan kepada beliau bahwa saya mengundurkan diri sebagai pengacara Bapak Febrie dalam kasus tersangka di Kejaksaan Agung," kata, Kamis.

Ketakutan tersebut dirasakan karena bagian punggung menahan beban tubuh yang cukup berat selama beraktivitas menangani berbagai perkara hukum.

"Jujur, sebenarnya aku takut lumpuh, aku takut karena ini (pinggang) beban semua," katanya.

Kesadaran akan pentingnya kesehatan membuat ia berkesimpulan bahwa harta benda tidak ada gunanya jika raga sudah tidak mampu menikmati.

"Saya baru sadar uang itu nggak ada artinya kalau kita nggak bisa nikmati," kata Hotman (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung