Repelita Jakarta - Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung menyampaikan adanya kekhawatiran terkait potensi dinamika politik nasional yang diperkirakan dapat terjadi pada pertengahan tahun 2026.
Ia menyebut kemungkinan munculnya pergerakan politik besar pada bulan Juni yang dinilai berpotensi memengaruhi konfigurasi kekuasaan di tingkat nasional.
ADVERTISEMENT
Pernyataan tersebut beredar dalam konteks situasi politik yang dikaitkan dengan posisi Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
“Kalau ini terjadi, bisa jadi yang menjadi korban hanya Presiden, sementara yang memperoleh manfaat justru wakil presiden,” ujar Tamsil dalam pernyataan tersebut, Rabu (8/4/2026).
Tamsil juga menyinggung adanya pembahasan internal terkait arah strategi politik ke depan dalam menghadapi situasi tersebut.
Ia mempertanyakan apakah tekanan politik sebaiknya lebih diarahkan kepada Presiden atau justru pada posisi Wakil Presiden dalam dinamika yang berkembang.
Dalam pernyataan itu, Tamsil juga menyebut bahwa diskusi tersebut melibatkan sejumlah tokoh termasuk Ketua MPR RI Ahmad Muzani serta mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Ia menyebut Jusuf Kalla turut menyampaikan kekhawatiran terhadap potensi perubahan situasi politik yang dinilai bisa terjadi secara tidak terduga.
Tamsil juga menyinggung adanya pengaruh sejumlah kekuatan politik terhadap Presiden dalam menjalankan pemerintahan.
Ia mengaitkan nama Luhut Binsar Pandjaitan serta lingkungan politik Solo sebagai bagian dari faktor yang disebut ikut mewarnai dinamika kekuasaan.
Menurutnya, Presiden dalam beberapa situasi disebut membutuhkan dukungan tambahan untuk menghadapi berbagai tekanan politik tersebut.
Tamsil juga membagikan pengalaman terkait dinamika diplomasi luar negeri dalam kunjungan kenegaraan ke Jepang dan Korea Selatan.
Ia menyebut adanya perubahan agenda yang sempat menimbulkan perhatian di kalangan diplomat karena dikhawatirkan memengaruhi hubungan bilateral.
Namun demikian, kunjungan tersebut tetap berlangsung dan disebut menghasilkan respons positif dari pihak terkait.
Selain itu, ia juga menyinggung peran Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta dalam komunikasi diplomatik dengan negara-negara Timur Tengah terkait isu Palestina.
Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak Istana atas pernyataan tersebut dan isu mengenai potensi “gerakan besar” pada Juni masih bersifat spekulatif.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok