Berita, Nasional

Tanah warga Papua bakal dibeli Rp 100.000 per hektare, Mentan: Fitnah itu bertebaran

Repelita.id

20 July 2026 15:47 WIB

Tanah warga Papua bakal dibeli Rp 100.000 per hektare, Mentan: Fitnah itu bertebaran
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memberikan klarifikasi tegas terkait rumor menyesatkan mengenai pengambilalihan tanah masyarakat di Papua.

Ia menampik keras tudingan yang menyebutkan bahwa lahan warga dibeli pemerintah dengan harga sangat murah, yakni di bawah Rp 100 ribu per hektare.

ADVERTISEMENT

Menurut sang menteri, narasi tersebut merupakan fitnah keji yang sengaja disebarkan untuk memicu ketidakpercayaan terhadap program pembangunan pemerintah.

Penjelasan ini disampaikan Amran saat menjawab pertanyaan seorang kader Ikatan Pelajar Muhammadiyah bernama Muhammad Tamim Setiaji.

Momen tersebut terjadi di sela acara Resepsi Milad ke-65 dan Rapat Kerja Nasional Ikatan Pelajar Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Jakarta.

Amran menegaskan, Fitnah itu bertebaran. Salah satunya harga tanah Rp 100 ribu per hektare. Itu fitnah yang sangat kejam terhadap pemerintah, termasuk kepada kami yang menjalankan program. Padahal faktanya sama sekali tidak demikian.

Ia menjelaskan bahwa seluruh program pengembangan lahan pertanian di Bumi Cendrawasih justru bertujuan untuk menyejahterakan warga setempat.

Pemerintah tidak melakukan akuisisi tanah milik rakyat, melainkan melakukan pembukaan lahan sawah baru yang kepemilikannya tetap berada di tangan penduduk asli.

Sejauh ini, sudah ada sekitar 137 ribu hektare lahan pertanian yang dibangun pemerintah, lengkap dengan dukungan irigasi dan alat mesin pertanian canggih.

Sawah itu milik rakyat. Tidak ada yang menjadi milik negara. Alat mesin pertanian kami berikan gratis. Irigasi kami bangun. Bahkan bantuan yang diberikan nilainya mencapai triliunan rupiah. Semua itu untuk masyarakat.

Lebih lanjut, Amran memaparkan bahwa para petani lokal kini mampu memperoleh penghasilan yang sangat signifikan berkat dukungan fasilitas tersebut.

Banyak di antara mereka yang mampu mengelola lahan seluas 3 hingga 4 hektare dan mendapatkan keuntungan bersih hingga belasan juta rupiah per bulan.

Petani di sana menyampaikan sendiri bahwa mereka mendapat lahan untuk dikelola dan penghasilannya meningkat hingga sekitar Rp 15 juta sampai Rp 20 juta per bulan. Traktor juga menjadi milik mereka. Ini fakta di lapangan.

Dalam kunjungan kerjanya ke wilayah tersebut, menteri justru mendapati antusiasme tinggi dari masyarakat setempat terhadap perluasan program cetak sawah.

Ketika saya di bandara hendak pulang, masyarakat mencegat saya bukan untuk menolak, tetapi meminta tambahan lahan cetak sawah hingga ribuan hektare. Mereka ingin ikut merasakan manfaat program ini. Itu fakta yang saya alami langsung.

Menutup keterangannya, ia mengajak seluruh generasi muda untuk bersikap kritis dan tidak mudah termakan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Ia berharap para kader IPM tetap produktif serta mampu melihat realitas pembangunan sebagai upaya nyata dalam memperkuat kesejahteraan bangsa. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung