Berita, Nasional

Tegas di KTT BRICS, Prabowo Nyatakan Indonesia Tak Suka Didikte 1 atau 2 Kekuatan Tertentu

Repelita.id

12 September 2026 21:17 WIB

Tegas di KTT BRICS, Prabowo Nyatakan Indonesia Tak Suka Didikte 1 atau 2 Kekuatan Tertentu
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara tegas menyatakan bahwa Tanah Air tidak memiliki keinginan untuk menjadi negara yang diatur atau didikte pihak asing.

Pernyataan lugas tersebut disuarakannya ketika menghadiri rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi BRICS 2026 yang berlangsung di Bharat Mandapam, New Delhi, India, pada hari Sabtu tanggal 12 September tahun 2026.

ADVERTISEMENT

Forum strategis itu dihadiri oleh para pemimpin tertinggi dari berbagai negara anggota guna mendiskusikan penguatan tata kelola global yang inklusif serta peningkatan kerja sama multilateral.

Kami tidak suka didikte oleh satu atau dua kekuatan tertentu, ucap Prabowo dalam keterangan resmi Sekretariat Presiden pada hari Sabtu tanggal 12 September tahun 2026.

Beliau menambahkan bahwa bangsa ini wajib berdiri secara tangguh agar mampu mencapai kemandirian seutuhnya di kancah antarbangsa demi menjaga kestabilan masa depan.

Kita harus tangguh dan kemudian kita akan benar-benar mandiri, ujar beliau dalam kesempatan penting yang mempertemukan para pemimpin dunia tersebut.

Selain itu, pemerintah Indonesia juga telah mengambil langkah nyata dengan memperkuat fondasi dalam negeri guna merawat perdamaian serta membangun rasa saling percaya antarnegara.

Kami telah memperkuat fondasi kami untuk menjaga perdamaian dan membangun kepercayaan, tutur kepala negara dalam forum internasional itu.

Kepala negara memandang bahwa blok ekonomi BRICS mempunyai kapasitas besar untuk memperluas kolaborasi pada sektor-sektor esensial yang berdampak langsung terhadap ketahanan nasional masing-masing.

Sektor energi dinilai sebagai salah satu bidang paling krusial yang memerlukan penguatan konektivitas jaringan serta jaminan pasokan yang merata di setiap kawasan anggota.

Energi adalah salah satu contoh yang jelas, terang Presiden Prabowo saat memaparkan pandangannya di hadapan para pemimpin dunia yang hadir.

Upaya menghubungkan sistem kelistrikan dan bahan bakar tersebut diyakini mampu memicu pertumbuhan ekonomi regional sekaligus menciptakan ketahanan yang berkelanjutan ke depannya.

Kita menghubungkan sistem energi kita dan memperkuat keamanan energi di seluruh wilayah kita untuk mendorong perekonomian kita, dan membangun ketahanan yang berkelanjutan, kata beliau melanjutkan.

Persatuan di antara negara-negara anggota dipandang sebagai kunci utama untuk mendongkrak posisi tawar serta memperkokoh ketahanan internal setiap bangsa.

Pondasi kekuatan sebuah negara sejatinya bermula dari kemampuan memenuhi berbagai kebutuhan mendasar rakyatnya secara merata di dalam wilayah kedaulatan sendiri.

Dengan bersatu, kita juga menjadi lebih kuat, tegas Presiden Prabowo dalam sesi diskusi KTT tersebut.

Kebutuhan pokok tersebut mencakup ketersediaan pangan yang cukup, pasokan energi yang stabil, layanan pendidikan berkualitas, hingga terbukanya peluang hidup sejahtera.

Kekuatan selalu bermula dari dalam negeri bersama rakyat kita-lewat kemampuan kita untuk memenuhi kebutuhan pangan mereka, menjamin pasokan energi yang mereka perlukan, tutur beliau.

Komitmen tersebut juga mencakup upaya mencerdaskan generasi penerus bangsa melalui penyediaan sarana belajar yang layak demi masa depan yang lebih baik.

Mendidik anak-anak kita, serta memberikan mereka kesempatan untuk hidup sejahtera, imbuh Presiden Prabowo menegaskan pentingnya kesejahteraan sosial.

Keikutsertaan Indonesia sebagai anggota baru di dalam organisasi internasional ini disambut sebagai sebuah kehormatan besar bagi seluruh rakyat Nusantara.

Apresiasi tinggi turut disampaikan kepada para pendiri blok tersebut yang memberikan sambutan hangat serta memproses keanggotaan Indonesia dalam waktu singkat.

Kami ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh pendiri BRICS yang telah menerima kami dengan sangat cepat sebagai anggota organisasi baru yang hebat ini, ucapnya.

Organisasi antarbangsa ini dinilai memiliki peran strategis yang sangat besar karena merepresentasikan sebagian besar dari total populasi umat manusia di bumi.

Yang mewakili separuh dari populasi manusia, pungkas Presiden Prabowo menutup rangkaian penyataan resminya dalam perhelatan akbar tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung