Berita, Timur Tengah

Tegas, Iran Larang Israel Selamanya Lewat Selat Hormuz, Sekutu AS Wajib Bayar, Negara Lain Gratis!

Repelita.id

04 May 2026 19:52 WIB

Tegas, Iran Larang Israel Selamanya Lewat Selat Hormuz, Sekutu AS Wajib Bayar, Negara Lain Gratis!
Foto: Istimewa

Repelita Teheran - Komandan Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) Laksamana Muda Alireza Tangsiri menyatakan dengan tegas bahwa Iran melarang selamanya kapal-kapal milik Zionis Israel untuk melintasi Selat Hormuz.

Dalam pernyataannya yang dikutip pada Senin (4/5/2026), Iran juga memberlakukan aturan baru yang mewajibkan kapal dari negara sekutu Amerika Serikat untuk membayar ganti rugi.

ADVERTISEMENT

Sementara itu kapal-kapal dari negara lain yang tidak terafiliasi dengan Amerika dan Israel diperbolehkan melintas secara gratis setelah mendapatkan izin dari Iran.

Sedikitnya ada 12 langkah baru yang bakal diterapkan Teheran untuk mengatur navigasi di jalur perairan strategis tersebut.

"Selat Hormuz adalah wilayah yang strategis ini sangat penting saya mohon semua memberikan perhatian besar, pada hal ini kita memiliki hak hukum yang sah atau wilayah ini, namun selama bertahun-tahun kita tidak memanfaatkannya," ucap Tangsiri.

"Iran telah mengembangkan rencana komprehensif untuk mengelola penuh Selat Hormuz di tengah blokade dan juga agresi laut yang dilakukan Amerika," tegasnya.

Dalam rencana baru itu, Iran mewajibkan kapal-kapal dari negara-negara yang bersekutu dengan Amerika dan Zionis Israel untuk membayar ganti rugi atas agresi dua negara tersebut terhadap Teheran.

"Negara manapun baik kawan maupun lawan bisa melintasi Selat Hormus, baik yang tidak berbahaya maupun yang berbahaya tanpa memberi perhatian ke Iran," sambungnya menjelaskan kondisi sebelumnya yang kini berubah total.

Sedangkan kapal-kapal yang tidak terafiliasi dengan Amerika dan Zionis Israel hanya memerlukan izin sederhana dari Iran untuk melintasi selat.

"Kapal dagang dan juga kapal angkatan laut yang berlayar di Selat Hormuz harus memperoleh izin dari Iran," timpal Tangsiri.

Kapal-kapal ini akan diwajibkan untuk membayar biaya terkait dengan keamanan, perlindungan lingkungan, manajemen pelayaran, dan penerbitan izin dengan pembayaran diprioritaskan dalam mata uang nasional Republik Islam.

"Namun perang ini membuat kita menyadari kekuatan geopolitik dan kekuatan geostrategis kita sendiri. Dan hari ini kita telah menempatkan selat ini di bawah kendali strategis kita sendiri," tegasnya.

Ia mengatakan bahwa IRGC siaga penuh di sisi barat selat sementara Angkatan Darat Republik Islam berada di sisi timur selat.

"Sekarang mereka mengendalikan selat ini dengan penuh kekuatan. Dan tidak ada kapal baik kawan maupun lawan yang memiliki hak untuk melintasi tanpa izin dari pasukan kami," tegas Tangsiri.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat seiring dengan pernyataan Washington yang akan mengawal kapal-kapal melewati Selat Hormuz mulai hari Senin (4/5/2026).

Presiden AS Donald Trump menyampaikan hal itu menyikapi banyaknya kapal yang terjebak di kawasan Teluk Persia sejak perang pecah.

Trump memperingatkan bahwa segala bentuk gangguan akan ditanggapi dengan tegas terutama jika berasal dari Iran.

"Kami lindungi jalur perdagangan bebas. Iran jangan coba-coba," tulis Trump melalui akun media sosial pribadinya.

Komandan IRGC langsung bereaksi dengan pernyataan bahwa mereka siap menutup selat jika diperlukan.

Ini bukan ancaman kosong karena Iran pernah menyerang kapal tanker di selat tersebut pada tahun 2019.

Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati jalur sempit Selat Hormuz setiap harinya.

Karena itu ancaman gangguan di kawasan tersebut dapat berdampak besar terhadap harga energi global dan stabilitas ekonomi internasional.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung