Berita, Sport

Temui Presiden FIFA, Trump Kini Dukung Iran Tampil di Piala Dunia 2026

Repelita.id

02 May 2026 18:03 WIB

Temui Presiden FIFA, Trump Kini Dukung Iran Tampil di Piala Dunia 2026
Foto: Istimewa

Repelita Washington - Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi menyatakan dukungannya agar Tim Nasional Iran tetap tampil dalam ajang Piala Dunia 2026 setelah bertemu dan berdiskusi dengan Presiden FIFA Gianni Infantino.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump pada Jumat, 30 April 2026, menyusul penegasan dari pimpinan tertinggi sepak bola dunia bahwa partisipasi Republik Islam di turnamen empat tahunan itu sudah terjamin.

ADVERTISEMENT

“Jika Gianni (Infantino) mengatakan demikian, saya setuju. Biarkan mereka bermain,” ujar Trump saat berbicara di Gedung Putih sebagaimana dikutip dari berbagai sumber.

Sebelumnya presiden AS tersebut sempat menyatakan bahwa kehadiran Iran mungkin tidak tepat karena masalah keamanan dan ketegangan politik yang masih membara antara Washington dan Teheran.

Namun setelah melakukan pertemuan dengan Gianni Infantino yang dikabarkan berlangsung pada pertengahan April 2026, Trump berubah sikap dan melunak.

Ia kini menyerahkan sepenuhnya keputusan mengenai partisipasi Iran kepada FIFA sebagai otoritas tertinggi sepak bola dunia.

Meskipun telah mendukung penuh, Trump mengaku memiliki kekhawatiran tersendiri yaitu jika timnas Iran keluar sebagai pemenang dalam pertandingan-pertandingan yang akan dijalani nanti.

“Saya tidak terlalu mengetahui kualitas permainan. Nah jika mereka menang kita harus mengkhawatirkan itu. Saya harus mengkhawatirkan itu. Biarkan dia bermain bagus,” tutur Trump dengan nada setengah bercanda.

Timnas Iran dijadwalkan akan memainkan seluruh pertandingan fase grup mereka di wilayah Amerika Serikat yang menjadi salah satu tuan rumah bersama Kanada dan Meksiko.

Laga pembuka Iran akan berlangsung melawan Selandia Baru di Stadion SoFi yang berlokasi di California.

Teheran sendiri secara resmi mengamankan tiket menuju Piala Dunia 2026 setelah bermain imbang 2-2 melawan Uzbekistan pada 25 Maret 2025.

Hasil imbang tersebut memastikan timnas Iran finis di posisi dua besar grup kualifikasi zona Asia sehingga berhak melaju ke putaran final.

Sementara itu dalam perkembangan terpisah, pemerintahan Trump secara mengejutkan mengklaim bahwa perang dengan Iran telah berakhir seiring dimulainya gencatan senjata pada awal April 2026.

Seorang pejabat senior yang enggan dipublikasikan identitasnya mengatakan bahwa pertempuran yang dimulai pada Sabtu, 28 Februari 2026, telah berakhir secara resmi.

Pejabat tersebut juga menyatakan bahwa militer AS dan Iran tidak saling baku tembak sejak gencatan senjata selama dua pekan dimulai pada 7 April 2026.

Namun pernyataan ini memicu dugaan kuat dari berbagai kalangan bahwa Gedung Putih sengaja menggunakan narasi tersebut untuk menghindari kewajiban konstitusional berdasarkan Undang-Undang Kekuatan Perang tahun 1973.

Undang-undang warisan era Perang Vietnam itu mewajibkan presiden untuk meminta persetujuan resmi dari Kongres jika operasi militer berlangsung lebih dari 60 hari.

Trump secara resmi memberitahukan operasi militer ke Iran kepada Kongres pada 2 Maret 2026 sehingga batas waktu 60 hari jatuh pada Jumat, 1 Mei 2026.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung