Repelita Jakarta - TGB Zainul Majdi, mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat sekaligus tokoh agama, menyatakan bahwa berdiri bersama Iran dalam perang melawan Zionis adalah suara kemanusiaan, suara akal sehat, suara hukum internasional, dan juga suara tuntunan agama.
Suara kemanusiaan mengajarkan kita untuk membela mereka yang ditindas, tidak mungkin kita membela agresor apalagi Zionis yang tangannya sudah berlumuran darah berpuluh-puluh tahun, ujar TGB dalam pernyataannya pada Sabtu, 18 April 2026.
ADVERTISEMENT
Ia menyebut dalam dua tahun terakhir, lebih dari tujuh puluh ribu manusia, termasuk anak-anak, bayi, dan perempuan, dibantai oleh rezim Zionis, bahkan beberapa hari lalu lebih dari 250 warga Lebanon dibantai begitu saja.
Suara akal sehat juga tidak bisa menyamakan antara pihak yang menzolimi dengan pihak yang dizolimi, antara yang mengagresi dengan yang diagresi, tegas TGB Zainul Majdi.
Dari sisi hukum internasional, agresi terhadap suatu negara berdaulat melanggar hukum, dan jika ini dibiarkan bisa saja yang menimpa Iran hari ini menimpa Indonesia di kemudian hari.
Bisa saja ada suatu negara merasa hebat dan militernya kuat lalu menyerbu negara kita, mengebom, menghancurkan, karena itu harus disuarakan perlawanan terhadap tindakan agresi ini, katanya.
Yang terakhir, suara tuntunan agama jelas mengajarkan umat Islam untuk melawan segala bentuk kezoliman, dan dalam konflik Iran melawan Zionis, jelas sekali bahwa Iran berada di pihak yang dizolimi.
Orang yang dizolimi diizinkan di dalam Al-Quran untuk mengangkat senjata membela diri, dan kita ikut membantu mereka karena mereka dizolimi, sesungguhnya Allah maha kuat untuk memenangkan mereka, ujar TGB.
Ia menegaskan bahwa membela atau bersama Iran dalam konfliknya melawan Zionis bukan berarti kita membela Syiah, apalagi menjadi Syiah, karena itu masalah keyakinan yang berbeda.
Anda membela Iran tidak akan membuat Anda menjadi Syiah, tapi Anda membela Zionis itu membuat Anda kehilangan martabat kemanusiaan, pungkas TGB Zainul Majdi.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok